Kompas.com - 06/09/2013, 19:27 WIB
Direktur Utama PT.RNI, Ismed Hasan Putro, saat meninjau Pabrik Gula Jatitujuh, di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (6/9/2013). Tahun ini PG Jatitujuh mendapat kuota impor raw sugar oleh Kementerian Perdagangan, sebanyak 25.000 ton yang datang Agustus lalu. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIDirektur Utama PT.RNI, Ismed Hasan Putro, saat meninjau Pabrik Gula Jatitujuh, di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (6/9/2013). Tahun ini PG Jatitujuh mendapat kuota impor raw sugar oleh Kementerian Perdagangan, sebanyak 25.000 ton yang datang Agustus lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SUBANG, KOMPAS.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berencana akan melepas sejumlah anak usahanya ke pasar modal melalui penawaran publik perdana (IPO).

Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro menuturkan salah satu anak usaha yang dijajakiuntuk IPO adalah PT PG Rajawali 1, yang beroperasi di Jawa Timur. Perusahaan gula tersebut dinilai cukup menjanjikan untuk dilepas ke bursa.

"Mungkin akan lebih cepat yang PG Rajawali 1. Hal ini karena kontribusi terhadap laba RNI mencapai 35 persen. Peruhaan ini sangat bagus. Itu kan sangat menjanjikan buat pasar," kata Ismed ditemui di sela-sela kunjungannya ke pabrik Subang, Jawa Barat, Jumat (6/9/2013).

PG Rajawali 1 kemungkinan akan menemani anak usaha RNI lainnya yaitu PT Phapros, yang akan menerbitkan saham baru pada tahun depan. Saat ini, kepemilikan publik di PT. Phapros sudah mencapai 30 persen. Dengan aksi korporasi itu, kepemilikan publik di Phapros bisa mencapai 55 persen.

Sementara itu, direksi juga tengah menimbang IPO untuk PT Perkebunan Mitra Ogan. Namun, Ismed mengatakan komoditi perusahaan itu sangat tergantung harga komoditas internasional. Sedangkan, harga internasional untuk crude palm oil (CPO) kini kurang bagus.

"CPO ini kan sangat tergantung fluktuasi valas dan kuota internasional," jelasnya.

Meski kemungkinan besar yang akan dilepas ke publik adalah PG Rajawali 1, Ismed memastikan pembahasan soal anak usaha mana yang akan dilepas ke bursa masih dalam tahap pembahasan manajemen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti bulan Oktober baru bisa kita kasih tahu antara PT. Perkebunan Mitra Ogan dan PT. PG Rajawali 1," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.