Kompas.com - 11/09/2013, 13:01 WIB
Menteri Keuangan Chatib Basri. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Keuangan Chatib Basri.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah tidak bisa mengerem utang swasta yang saat ini terus melonjak. Meski utang jatuh tempo ini nanti ikut memperburuk nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

"Saya kira kalau mengerem (utang swasta) tidak bisa. Karena itu perjanjian mereka, private to private," kata Chatib saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (10/9/2013) malam.

Ia menambahkan, yang bisa dilakukan pemerintah, khususnya Bank Indonesia (BI) adalah pengaturan jadwal untuk pembayaran utangnya. Sebab, dengan kondisi pengetatan likuiditas dollar AS di pasar ini akan mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah.

Kabar dari BI sendiri, kata Chatib, puncak pembayaran utang swasta memuncak di semester I-2013. Sehingga di semester II-2013 ini tekanannya akan lebih rendah. Artinya pembayaran utang swasta ini tidak akan mempengaruhi kondisi stabilitas rupiah terhadap dollar AS. "Jadi puncaknya ini sudah lewat," tambahnya.

Berdasarkan catatan BI, utang jatuh tempo Indonesia pada semester II-2013 mencapai 27,78 miliar dollar AS. Adapun komposisi utang yang jatuh tempo terdiri dari swasta sebesar 22,27 miliar dollar AS dan utang pemerintah senilai 5,51 miliar dollar AS.

Sementara itu berdasarkan data statistik utang luar negeri Indonesia, posisi utang Indonesia per Juni 2013 mencapai 257,98 miliar dollar AS atau setara Rp 2.841 triliun. Komponen terbesar dari utang swasta sebesar 133,988 miliar dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.