Kompas.com - 16/09/2013, 06:56 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Indonesia (Fitra) menilai, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 tidak akan mampu meredam persoalan ekonomi terkini. Pasalnya, anggaran negara untuk belanja modal sangat minim.

Koordinator Advokasi Seknas Fitra, Maulana, mengatakan, postur APBN 2014 masih mengutamakan kepentingan birokrasi. Dalam catatannya, belanja modal yang memiliki kontribusi pada pertumbuhan ekonomi hanya meningkat Rp 13 triliun atau 7 persen menjadi Rp 205,8 triliun. Adapun belanja pegawai pada 2014 mencapai Rp 276,6 triliun atau meningkat hingga Rp 43,5 triliun.

Kenaikan belanja pegawai ini seiring dengan perekrutan calon pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah mulai dilakukan tahun ini hingga 60.000 orang.

"Berarti anggaran belanja pegawai naik tiga kali lipat dibanding peningkatan belanja modal. Ini tidak seimbang. Dengan kondisi Indonesia yang sedang krisis ini kok malah belanja pegawai yang ditingkatkan," kata Maulana saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

Padahal, belanja pegawai ini menurut Maulana justru tidak terlalu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Kenaikan belanja pegawai ini justru akan mendorong peningkatan inflasi karena ada kenaikan konsumsi masyarakat, dibanding produksi.

Di sisi lain, saat ini inflasi sedang dalam kondisi tinggi, baik karena gejolak makanan maupun ada kenaikan harga barang komoditas lain yang bisa memicu kenaikan inflasi. "Kenaikan belanja pegawai dibanding belanja modal ini akan menjadi beban baru bagi APBN di 2014. Padahal, APBN 2014 ini bisa menjadi cerminan salah satu instrumen ekonomi yang bisa digunakan," tambahnya.

Maulana menilai kondisi ini bisa menyebabkan APBN 2014 justru gagal untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.