Gula Rafinasi Masuk Pasar, Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab

Kompas.com - 17/09/2013, 18:34 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dituding sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas masuknya gula mentah (raw sugar) ke pasar konsumsi.

Padahal seharusnya komoditas tersebut diperuntukan bagi industri makanan dan minuman (mamin). Kebutuhan industri yang tidak terlalu besar, rawan menimbulkan rembesan raw sugar ke pasar konsumsi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Gula Terigu Indonesia (APEGTI), Natsir Mansyur, mengatakan, Kemenperin bertindak sebagai pemberi rekomendasi impor raw sugar sebesar 2,2 juta ton per tahun kepada delapan produsen gula. Sementara itu, Kemendag adalah pihak yang mengeluarkan izin impornya.

“Dari industri yang di Makassar itu sering merembes ke pasar konsumsi karena kapasitas produksi 400.000 ton, sedangkan kebutuhan industri makanan dan minuman hanya 150.000 ton, jadi potensi merembesnya 250 ribu ton ke pasar umum," ujar Natsir dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Natsir menambahkan, kedua kementerian seolah membiarkan rembesan raw sugar, karena hal ini sudah terjadi tiga tahun belakangan. Komisi VI DPR RI juga berkontribusi dalam hal ini karena setiap tahun menyetujui pemberian izin impor raw sugar. Begitu pula dengan Kemenko bidang Perekonomian.

“APEGTI sangat menyayangkan, praktik kebijakan pemerintah ini yang cenderung spekulatif setiap tahunnya tidak ada penyelesaian. Kami minta kepada KPK, BPK, agar menpercepat proses hukum, terutama terkait kasus impor raw sugar yang bermasalah,” pungkasnya.

Dari catatan APEGTI, sepanjang 2012, rembesan raw sugar yang mencapai 250.000 dilakukan oleh perusahaan pelat merah. Sementara itu, sepanjang 2013, disinyalir rembesannya mencapai 350.000 ton oleh tiga perusahaan yang izinnya mengolah tebu, kemudian berubah menjadi impor raw sugar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.