Kompas.com - 18/09/2013, 14:09 WIB
Kegiatan bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Megandika WilbordusKegiatan bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsumsi semen per kapita di Indonesia masih jauh jika dibandingkan dengan China. Hal ini membuat pasar semen masih terbuka lebar.

Presiden Direktur PT Cemindo Gemilang Ateng Selamat mengungkapkan konsumsi per kapita semen Indonesia 200 kilogram per tahun. Sejauh ini, permintaan semen di Indonesia mencapai 50 juta ton.

"Sementara saat saya bicara dengan pengusaha semen di China, di sana angka segitu cuma seminggu," ujarnya, Rabu (18/9/2013).

Melalui pembangunan pabrik Semen Merah Putih di Bayah Banten, yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2015, Ateng menyatakan bisa mengantisipasi kenaikan permintaan semen hingga mencapai 60 juta ton.

"Demand semen Indonesia 50 juta ton per tahun. Diperkirakan permintaan naik 10 persen jadi 55 juta. Saat pabrik (di Bayah) selesai diperkirakan permintaannya 60 juta ton," ujar Ateng.

Menurutnya, walaupun saat ini perusahaan semen lainnya melakukan ekspansi besar-besaran, namun tidak akan mencukupi permintaan yang besar pula. "Oleh karena itu, kami melihat ini kesempatan yang bagus untuk berinvestasi semen," kata Ateng.

Ateng memperkirakan pabrik di Bayah akan selesai pertengahan tahun 2015 mendatang. Adapun pabrik di Ciwandan dengan kapasitas produksi 500.000 ton akan selesai pada akhir tahun ini. "Pabrik yang di Balikpapan sedang dalam perencanaan," ungkap Ateng.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.