Kompas.com - 20/09/2013, 15:18 WIB
Masanobu Fujii, Vice President PT Sharp Electronics Indonesia, melakukan penanaman pohon bersama siswi-siswi sekolah dasar. sharpMasanobu Fujii, Vice President PT Sharp Electronics Indonesia, melakukan penanaman pohon bersama siswi-siswi sekolah dasar.
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

KARAWANG, KOMPAS.com – Melestarikan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab setiap insan di bumi, setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup sekitarnya. Hal itulah yang melatarbelakangi PT Sharp Electronics Indonesia membuat hutan mini berisi pohon-pohon langka di kawasan pabrik barunya di Karawang.

“Walaupun pabrik ini baru akan diresmikan pada bulan Februari 2014 mendatang, namun Sharp sudah mulai melakukan beragam kegiatan di sini. Salah satunya  dengan menanam 200 pohon jenis tanaman kayu dan buah langka khas Indonesia dan lebih dari 500 pohon jenis tanaman pelindung dan hias di sekeliling pabrikn," ungkap Masanobu Fujii, Vice President PT Sharp Electronics Indonesia dalam pernyataan pers yang diterima Jumat (20/9/2013).

"Sharp pun mengundang anak-anak sekolah dasar di sekitar pabrik untuk belajar mengenai lingkungan dan keanekaragaman hayati yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kecintaan anak-anak tersebut pada lingkungan sejak dini," lanjut Fujii.

‘Sharp Mini Forest’ seluas 3,234 m2ini akan ditanami pohon jenis tanaman kayu dan buah seperti Keben, Kenari Babi, Sempur, Bisbul, Dahu, Mahoni, Anyang-anyang, Ganitri, Merbau, Kopsia, Kantil dan Matoa.

Ini bukan pertama kalinya PT SEID melakukan penanaman pohon langka di lingkungan pabriknya, pada tahun 2010 PT SEID telah membuat ‘Sharp Mini Garden’ di pabrik Pulogadung sebagai upaya konservasi dan pendidikan mengenai keanekaragaman hayati Indonesia kepada karyawannya.

Selain program penanaman pohon, pada kesempatan yang sama Sharp juga menggelar kegiatan pendidikan lingkungan hidup bekerja sama dengan Telaga Desa Agro-Enviro Education Park, KIIC dengan melibatkan anak-anak sekolah dasar (SD) yang berasal dari lingkungan sekitar Sharp Karawang dan karyawannya.

Sebanyak 75 siswa SD dari 3 sekolah yakni SD Sirnabaya 1, SD Sirnabaya 2 , MI-Al-Hidayah Sirnabaya dan 20 karyawan Sharp mengikuti beragam kegiatan seperti pengenalan keanekaragaman hayati dan konservasi, pembuatan lubang biopori, penyulingan minyak kayu putih, pembuatan kompos dan di akhir sesi para siswa diajak berkeliling di area Telaga Desa untuk melihat beragam jenis pohon serta memetik sayuran yang siap panen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

Whats New
Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Whats New
Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Rilis
Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Whats New
Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Whats New
Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Whats New
Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Whats New
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Whats New
Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Whats New
Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Whats New
Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar Modal?

Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar Modal?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.