Kompas.com - 26/09/2013, 14:39 WIB
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan Sabrina Asril/Kompas.comMenteri Perdagangan Gita Wirjawan
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, menegaskan pemerintah belum akan menambah komoditas lain dalam Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), setelah timah.

"Harus fokus, jadi kalau mau dagang harus fokus. Kalau mau dagang komoditas ini di bursa ini. Kalau mau dagang komoditas itu di bursa itu," kata peserta konvensi presiden Partai Demokrat itu, di kantornya, Jakarta, pada Kamis (26/9/2013).

Pasca diluncurkan pada Jumat (30/8/2013), di BKDI, komoditas timah menunjukkan perbaikan harga yang cukup signifikan. Gita mengklaim, setelah sempat mengalami kemerosotan hingga di bawah 20.000 dolar AS per ton, hari ini harga timah menyentuh 23.000 dolar AS per ton.

"Timah hari ini harganya lebih dari 20.000 dolar AS bahkan sempat tembus 23.000 dolar AS per ton. Sekarang ini antara 22.800 dolar AS per ton," ujarnya.

Ia optimistis nilai tersebut mencerminkan bahwa Indonesia bisa menjadi penentu harga (price maker) komoditas timah. Menurutnya tidak ada alasan bagi Indonesia mengikuti harga timah dari bursa luar negeri. Pasalnya, pertama Indonesia adalah negara produsen terbesar kedua timah.

"Alasan kedua, kita eksportir timah nomer satu di dunia. Jadi tidak ada alasan (tidak bisa jadi price maker)," tuturnya.

Sebetulnya banyak komoditas selain timah yang bisa dijadikan unggulan. Namun, ketika dikonfirmasi akankah BKDI memasukkan komoditas lain selain timah, politisi Partai Demokrat itu belum mau berspekulasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bukan berarti enggak mau merangkul bursa (komoditas) lain. Saya juga ingin ini inklusif, bukan eksklusif. Tapi jangan sampai tidak bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Sebagai informasi, dari data Kemendag, pada periode Januari-Mei 2013 volume ekspor timah mencapai 43.900 ton atau senilai 965,5 juta dollar AS. Sementara itu, jumlah ekspor pada 2012 mencapai 100.876 ton, dengan tujuan antara lain Singapura (68 persen), Malaysia (13 persen), dan China (5 persen).

Hadirnya bursa timah Indonesia direspons positif oleh pasar. Halitu terlihat setelah 7 menit pertama usai peluncuran, sudah terjual sebanyak 5 lot timah jenis TINPB300 atau setara 25 ton, dengan harga 21.510 dolar AS per ton.

Bahkan Rabu (25/9/2013) kemarin, PT Timah Tbk telah merealisasikan ekspor timah sebanyak 250 metrik ton dalam bentuk batangan, senilai 5,52 juta dolar AS dengan tujuan ekspor Singapore, Yokohama-Japan dan Shanghai-China. Itu merupakan hasil perdagangan yang digelar di BKDI.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.