Kompas.com - 01/10/2013, 11:44 WIB
Pedagang bumbu dapur di Pasar Bersehati Manado. BPS mencatat pada September terjadi deflasi. Kompas.com/Ronny Adolof BuolPedagang bumbu dapur di Pasar Bersehati Manado. BPS mencatat pada September terjadi deflasi.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat September 2013 ini mengalami deflasi 0,35 persen. Angka ini merupakan pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, deflasi terakhir kali terjadi pada September 2001. Untuk deflasi tertinggi terakhir pada September 1999 yaitu 0,68 persen.

"Memang sejak 2001, kita belum pernah mengalami deflasi. Jadi ini pertama kalinya sejak tahun 2001 dulu," kata Suryamin saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Suryamin menambahkan, inflasi tahun kalender (Januari-September 2013) sebesar 7,57 persen. Inflasi inti tahunan 8,4 persen (yoy). Inflasi inti bulanan 0,57 persen dan inflasi inti tahunan 4,72 persen (yoy).

Dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), ada 53 kota IHK yang mengalami deflasi dan 13 kota IHK masih mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Sorong sebesar 4,28 persen karena penurunan beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, angkutan umum, sawi hijau, cabe merah dan telor. Sementara deflasi terendah sebesar 0,02 persen.

Untuk inflasi tertinggi di Tanjung Pinang sebesar 1,7 persen karena masalah harga harga beras dan makanan jadi. "Deflasi ini juga disebabkan karena harga emas yang turun dan ongkos transportasi yang sudah mulai normal," jelasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.