Kompas.com - 11/10/2013, 08:17 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com —  Kilang pengolahan bahan bakar minyak yang dioperasikan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama di Tuban, Jawa Timur, akan kembali beroperasi. Hal ini untuk mengoptimalkan kapasitas kilang di dalam negeri dan memberi pemasukan bagi perusahaan itu.

Menurut Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir, Kamis (10/10), di Jakarta, manajemen PT Pertamina sudah mengambil alih manajemen PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sejak Oktober 2012. ”Rencananya kilang akan dioperasikan kembali awal November nanti,” ujarnya.

”Jika ada alokasi kondensat untuk kilang TPPI, tentunya akan sangat membantu,” ujarnya. Namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mengenai kondensat yang akan diolah di kilang TPPI.

Dengan telah mengambil alih manajemen TPPI, Pertamina bisa memakai kilang perusahaan yang terlilit utang dalam jumlah cukup besar itu untuk mengolah kondensat. Jadi, meski secara institusi, TPPI belum bisa beroperasi, Pertamina bisa mengolah kondensat kilang itu dengan membayar biaya operasi. Proses penyelesaian utang TPPI tinggal menunggu keputusan Menteri Keuangan. Salah satu opsi penyelesaian utang itu adalah konversi menjadi kepemilikan saham di TPPI. Karena proses itu belum tuntas, TPPI belum bisa beroperasi sebagai entitas bisnis.

Di tempat terpisah, Deputi Pengendalian Komersial Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. (SKK Migas) Widhyawan Prawiraatmadja menyatakan, SKK Migas siap mengalokasikan kondensat bagian negara untuk kilang yang dioperasikan TPPI di Tuban. Sebagaimana diketahui, kilang itu memiliki kapasitas 100.000 barrel per hari.

Jenis kondensat yang bisa diolah kilang TPPI antara lain kondensat dari Lapangan Senipah, Arun, dan Bontang. ”Berapa pun kondensat yang diminta, kami siap mengalokasikannya,” kata dia menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah telah menugaskan manajemen PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan studi kelayakan kilang yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hasil studi kelayakan itu ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Hasil studi kelayakan kilang milik pemerintah itu direncanakan disampaikan kepada pemerintah pada Desember. Studi kelayakan itu meliputi kajian mengenai keekonomian proyek dan konfigurasi kilang, yaitu jenis-jenis produk yang dihasilkan.

Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai 84 juta kiloliter. Padahal, saat ini kapasitas kilang yang beroperasi hanya 41 juta kiloliter. (EVY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

Whats New
Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

Whats New
Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

Whats New
Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

Whats New
IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

Whats New
BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Whats New
Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Work Smart
Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

BrandzView
Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Whats New
Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Work Smart
Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Whats New
Restrukturisasi dan Bersih-bersih di BUMN Harus Jadi Program Berkelanjutan

Restrukturisasi dan Bersih-bersih di BUMN Harus Jadi Program Berkelanjutan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.