Rupiah Tertekan Menunggu Data Tenaga Kerja Amerika

Kompas.com - 22/10/2013, 07:12 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Dollar AS terpantau menguat tipis terhadap mata uang utama menjelang rilis data non-farm payrolls dan tingkat pengangguran di negara itu. Rupiah pun diproyeksikan kembali tertekan dalam perdagangan Selasa (22/10/2013).

Indeks dollar AS semalam waktu Indonesia terpantau menguat berada pada kisaran 79.700. Namun menurut riset Monex Investindo Futures secara keseluruhan dollar AS masih terlihat rapuh dengan adanya spekulasi Federal Reserve akan menunda pengurangan stimulus moneter hingga Maret 2014.

Dengan adanya spekulasi tersebut, setiap data ekonomi AS yang dirilis negatif kemungkinan akan memberikan dampak pelemahan yang signifikan terhadap dollar AS. Laju nilai tukar rupiah di awal pekan ini bergerak di zona merah seiring dengan pelemahan nilai tukar yen.

Yen melemah setelah rilis nilai ekspornya yang bertumbuh di bawah estimasi dan masih defisitnya neraca perdagangan. Namun, di pasar spot rupiah menguat ke level 10.800 per dollar AS.

Di sisi lain, laju rupiah juga terimbas pelemahan rupee setelah beredar spekulasi pemerintah India akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada posisi laju pertumbuhan ekonominya mendekati level terendah. Riset Trust Securities memroyeksikan rupiah berada di kisaran Rp 11.381-11.324 per dollar AS (kurs tengah BI) hari ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.