Kompas.com - 22/10/2013, 14:02 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti halnya tren lain, tren bersepeda ternyata juga mengalami pasang surut. Saat sepeda gunung digemari, maka banyak orang mengendarai sepeda jenis ini, bahkan di jalan raya. Ketika sepeda lipat muncul, orang pun berlomba menyelenggarakan trip membawa sepedanya, walau lebih banyak untuk berfoto.

Begitu juga dengan sepeda fix gear atau fixie, jalanan penuh warna-warni sepeda itu lengkap dengan gaya penunggangnya yang khas. Hal serupa terjadi ketika sepeda kuno atau ontel menjadi tren. Kini, yang paling anyar adalah tren sepeda turing, meski penggunanya terbatas karena fungsinya untuk perjalanan jauh.

Walau saat ini bisa disebut tren bersepeda sedang menurun --hal ini terlihat dari populasi pesepeda yang berkurang di acara car free day dibanding penggemar lari yang memang sedang tren -- namun beberapa produsen sepeda tetap memasok pasar dengan produk-produk barunya. Tak terkecuali produsen sepeda asal Taiwan, yang dalam memasok produknya didukung pemerintahnya.

Dukungan pemerintah Taiwan tersebut hadir dalam Kampanye Taiwan Excellence yang dilaksanakan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) di bawah pengawasan Bureau of Foreign Trade (BOFT), Ministry of Economic Affairs (MOEA) Taiwan. Lewat kampanye itu, sepanjang 2013 Taiwan berencana terus menghadirkan sepeda-sepeda produknya bagi konsumen Indonesia.

“Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, jenis material yang unggul, dan desain yang cerdas; industri olahraga Taiwan, terutama sepeda, berhasil membuat produk dengan tingkat presisi tinggi, yang bisa diandalkan, mudah digunakan, dapat dibawa ke mana-mana, dan dapat diperoleh dengan biaya terjangkau," ujar Tony Lin, Direktur TAITRA Jakarta, Minggu (20/10/2013).

Menurut Tony, Taiwan tengah menjalani masa transisi menjadi pulau bersepeda. Maka di negara ini lahir konsep yang mempertimbangkan agar para pengguna dapat memanfaatkan sepeda sesuai dengan kebutuhan yang berbeda – mulai dari pesepeda amatir hingga profesional. "Kami berkeinginan kuat untuk membawa berbagai varian sepeda mulai dari level pemula sampai high end road, MTB, hybrid, atau bahkan sepeda listrik kepada konsumen di Indonesia," ujarnya.

Taiwan merupakan salah satu eksportir sepeda terbesar di dunia, dengan dua negara tujuan utama yaitu Amerika dan Eropa. Taiwan juga dikenal sebagai produsen sepeda, aksesoris, dan suku cadang sepeda. Nilai ekspor keseluruhan, jika dikombinasikan dari sepeda dan suku cadang telah mencapai 2,7 milyar dollar AS pada 2012, dengan peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan dengan 2011. Nilai ekspor diperkirakan akan naik mencapai 3 milyar dollar AS per tahun ini.

Dalam kampanye kali ini, merek sepeda yang diangkat adalah Merida, Pacific Cycles, Strida, dan Tern yang merupakan pemenang dari Taiwan Excellence Award untuk desain, inovasi, dan kualitas.

Merida menghadirkan sepeda dengan jangkauan luas, terutama untuk jenis sepeda gunung dan sepeda jalan raya (road bike). Pacific Cycles menawarkan sepeda-sepeda iF Mode (dapat dilipat), yang mengadopsi konsep “two wheels with a handle“ (roda dua dengan satu gagang) yang membuat pengguna sepeda dapat melipat sepedanya hanya dalam waktu 5 detik.

Sepeda lipat Strida Belt Driven adalah sepeda yang dapat terbuka ataupun terlipat kurang dari 10 detik tanpa perlu bantuan alat apapun, pengguna hanya perlu menekannya. Keunikan lainnya adalah pada rantai sepeda. Tidak akan ada rantai ataupun gigi sepeda berminyak yang akan mengotori celana pengguna.

Adapun Tern adalah sepeda lipat yang menyasar pengguna premium. Desainnya mirip sepeda lipat Dahon, barangkali karena dua produsen itu memang memiliki hubungan ayah dengan anak.

Nah, bila kampanye penjualan sepeda ini berhasil, jangan heran bila kelak banyak sepeda produksi Taiwan berseliweran di jalanan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.