Lagi, Ribuan Buruh Akan Demo Akhir Bulan Ini

Kompas.com - 23/10/2013, 17:04 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengklaim akan mendatangkan 3 juta buruh dari 20 provinsi dan 150 kabupaten untuk melakukan demo menuntut kenaikan upah.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, demo tersebut juga akan diikuti oleh ratusan ribu perusahaan di 40 kawasan industri di seluruh Indonesia dan sekaligus akan menghentikan kegiatan produksinya, termasuk di pelabuhan pada 31 Oktober - 1 November 2013.

"Kami pastikan mogok nasional ini diikuti 3 juta buruh di 20 Provinsi (menyusul 3 provinsi lagi) dan 150 Kabupaten/Kota (direncanakan 200 kabupaten atau kota). Kami masih menuntut kenaikan upah sebesar 50 persen," kata Said di Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Dalam demo nanti, para buruh ini akan menyampaikan tuntutan antara lain kenaikan upah minimum 2014 sebesar 50 persen secara rata-rata nasional dan Rp 3,7 juta untuk DKI Jakarta. Buruh menuntut perhitungan upah minimum menggunakan 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) atau kalau mengunakan 60 item KHL maka kenaikan upah minimum 50 persen.

Di sisi lain, buruh juga meminta jaminan kesehatan seluruh rakyat per 1 Januari 2014 dan menghapus sistem alih daya (outsourcing) termasuk di BUMN. "Kami juga menuntut pemerintah segera mengesahkan RUU pembantu rumah tangga dan mencabut Inpres no 9 tahun 2013," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.