Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tak Akan Lampaui 6 persen

Kompas.com - 28/10/2013, 16:52 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan lebih dari 6 persen di tahun depan. Hal ini disebabkan karena pemerintah memang sedang melakukan pengetatan anggaran agar ekonomi Indonesia lebih stabil.

Pada tahun depan, pemerintah menargetkan defisit fiskal lebih menyusut dari 2,4 persen menjadi 1,69 persen.

"Ini menunjukkan terjadi pengetatan fiskal, sehingga kita berharap mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen di 2014," kata Chatib saat sambutan konferensi pers APBN 2014 di kantornya, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Chatib menganggap bahwa pemerintah saat ini harus terus melakukan prioritas anggaran. Di tahun ini dan tahun depan, pemerintah akan lebih hati-hati dalam menggunakan anggaran agar pertumbuhan ekonomi bisa stabil.

"Tanpa stabilitas, pertumbuhan ekonomi akan terganggu. Kalau ditanya kenapa, dalam kebijakan selalu ada pilihan. Kalau push growth, fundamental kita akan tidak stabil. Dalam jangka menengah, akan terganggu. Jadi kami fokus stabilitas, APBN bukan untuk dorong pertumbuhan signifikan. Kita realistis karena sinyal ini penting untuk pasar," jelasnya.

Dengan pertumbuhan Indonesia di sekitar 5,5-6 persen di tahun depan, Chatib menilai bahwa ekonomi Indonesia tetap tumbuh nomor dua di negara-negara G20.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.