Kompas.com - 28/10/2013, 17:23 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencoba teknologi baru dari Jerman, yaitu liquid green technology. Alat tersebut bisa mengubah batubara menjadi bahan bakar minyak.

Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan Kadin Indonesia Endang Kesumayadi mengatakan, alat tersebut bisa mengolah batubara kalori rendah menjadi bahan bakar minyak. "Kapasitas 70 ton batubara menjadi bahan bakar minyak 24 ton dengan oktan 95," kata Endang di Jakarta, Senin (28/10/2013).

Selain sebagai pemakai pertama, Kadin juga menjadi pihak yang mengantongi lisensi hak paten liquid green technology untuk Indonesia. Mesin itu diproduksi oleh Jerman dan dibanderol dengan harga mulai dari 14 juta dollar AS.

"Untuk menjalankan mesin ini dan mengolah batubara menjadi bahan bakar minyak dibutuhkan pabrik seluas dua hektar," imbuh Endang.

Sebagai informasi, tahap awal uji coba liquid green technology akan dilakukan di Kalimantan Timur, tepatnya di Malino dan Nunukan. Endang mengatakan, alasannya karena dua daerah tersebut kaya batubara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.