Kompas.com - 28/10/2013, 20:44 WIB
Pengusaha Adiguna Sutowo (kiri) dan Piyu (tengah), gitaris PADI, berbicara dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (28/10/2013), mengenai perusakan rumah dan sejumlah mobil milik Adiguna di Jakarta, Sabtu (26/10/2013). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAPengusaha Adiguna Sutowo (kiri) dan Piyu (tengah), gitaris PADI, berbicara dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (28/10/2013), mengenai perusakan rumah dan sejumlah mobil milik Adiguna di Jakarta, Sabtu (26/10/2013).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama Adiguna Sutowo dalam dua hari ini menyembul ke permukaan setelah adanya "penyerangan" yang dilakukan seorang perempuan di kediamannya di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Tidak hanya pagar yang dirusak, tetapi juga sejumlah mobilnya turut menjadi "korban keberingasan" perempuan yang berinisial F. Ribut-ribut itu lantas menyadarkan publik bahwa Adiguna Sutowo hingga saat ini masih eksis menjalankan bisnis.

Memang tak dimungkiri, hingga saat ini, Adiguna Sutowo memiliki banyak perusahaan sebagai kelanjutan dari usaha yang pernah dibangun Keluarga Sutowo saat Orde Baru berkuasa.

Mengutip tulisan seorang bloger Kompasiana, Adiguna Sutowo merupakan nakhoda Nugra Santana Group. Adapun kantor dari grup perusahaan ini berada di Wisma Nugra Santana Jalan Jenderal Sudirman Kav 7-8, Jakarta Pusat.

Melalui grup itu, Adiguna memiliki perusahaan farmasi, yaitu PT Suntri Sepuri, yang didirikan pada 1998. Perusahaan ini memproduksi tablet, kapsul, sirop dan suspensi, sirop kering/serbuk injeksi beta laktam.

Nama Nugra Santana Group sempat berkibar ketika perekonomian Indonesia sedang tumbuh tinggi-tingginya pada 1995-1996. Namun, saat terjadi krisis ekonomi pada 1997, pamor perusahaan ini mulai meredup.

Sementara itu, Majalah Swa edisi November 2004 pernah menulis bahwa ambruknya Bank Pacific yang dimotori Endang Utari Mokodompit—kakak Adiguna—membuat perusahaan turun pamor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, keluarga Adiguna Sutowo juga memiliki bisnis properti. Di Jakarta, melalui PT Indobuild Co, keluarga ini menguasai hak pengelolaan lahan di seputar Senayan, yang mencakup hotel, apartemen, dan convention center. Adapun hotel yang dimaksud adalah Hotel Hilton yang sekarang bernama Hotel Sultan.

Di bidang media, Adiguna pada tahun 1992 bersama Soetikno Soedardjo dan Onky Soemarno mendirikan Hard Rock Cafe.

Perusahaan patungan ini lantas melahirkan grup usaha yang dikenal sebagai MRA Group yang memiliki berbagai unit usaha, seperti Zoom Bar & Lounge, BC Bar, Cafe 21, Radio Hard Rock FM (Jakarta, Bandung, Bali), i-Radio, MTV radio, Majalah Kosmo, Majalah FHM, Omni Chanel (TV), dan IP Entertaiment.

Sementara itu, George Junus Aditjondro pernah menulis bahwa pada tahun 1985, Adiguna bersama Hutomo Mandala Putra mendirikan PT Mahasarana Buana (Mabua) yang bergerak di bidang penjualan kendaraan (dealer) kendaraan kelas atas.

Merek-merek yang dijual melalui perusahaan tersebut antara lain Ferrari dan Maserati, Mercedes Benz, Harley Davidson, Ducati, B&0, dan Bulgari.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.