KSPI Tolak Keputusan Jokowi Terkait Upah Buruh di DKI Jakarta

Kompas.com - 01/11/2013, 17:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui buruh yang berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta, Kamis (31/10/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui buruh yang berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta, Kamis (31/10/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Meski disambut positif oleh kalangan pengusaha, namun keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang menetapkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 2.4 juta dari Rp 2,2 triliun ditolak oleh serikat buruh.

Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhamad Rusdi mengatakan, buruh Jawa Timur saja mendapat kepastian UMP dari Sukarwo sebesar Rp 3 juta per bulan pada 2014. Sementara itu, buruh Bekasi telah mendapat jaminan kenaikan UMP 40 persen.

“Tidak pantas bagi Jakarta sebagai barometer perekonomian Indonesia menggaji buruhnya lebih rendah dari daerah lain,” sesal Rusdi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/11/2013).

Ketua Forum Buruh DKI Jakarta Muhammad Toha menilai keputusan mantan Walikota Solo itu tak realistis, karena hanya selisih Rp 200.000 dibanding upah lama. Menurutnya, itu tak cukup mengompensasi kenaikan kebutuhan pokok akibat kenaikan harga-harga.

Presiden KSPI Said Iqbal merinci kebutuhan layak di Jakarta yakni Rp 600.000 untuk sewa rumah, Rp 500.000 untuk ongkos transportasi, Rp 990.000 untuk makan 1 bulan (makan 1 hari di warteg, Rp 9.000 untuk pagi, Rp 12.000 untuk siang, dan Rp 12.000 untuk malam).

“Jadi dari upah minimum ini hanya menyisakan Rp 300.000 ribu per bulan. Apakah ini layak hidup di Jakarta?” ujarnya.

Atas keputusan Jokowi yang dianggap mengecewakan bagi kalangan buruh, maka buruh akan menggugat keputusan itu melalui PTUN. Lebih lanjut, Said memastikan buruh bakal terus berdemo di kantor balaikota Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Oleh karenanya, buruh mengharapkan Gubernur Jokowi merevisi nilai UMP tersebut dengan mempertimbangkan usulan buruh,” pungkas Said.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.