Kementan Akan Rekrut Petani untuk Jadi Pengamat Hama

Kompas.com - 01/11/2013, 18:42 WIB
Petani menyemprotkan obat pembasmi hama di Dusun Turi, Desa Giripeni, Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (6/2/2013). Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat petani setempat harus mengantisipasi munculnya hama dengan penyemprotan tersebut agar tetap dapat memperoleh hasil panen. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO FERGANATA INDRA RIATMOKOPetani menyemprotkan obat pembasmi hama di Dusun Turi, Desa Giripeni, Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (6/2/2013). Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat petani setempat harus mengantisipasi munculnya hama dengan penyemprotan tersebut agar tetap dapat memperoleh hasil panen. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

PADANG, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian mengalami kekurangan pengamat hama. Saat ini, instansi tersebut membutuhkan sekitar 3.060 orang untuk mengisi pos tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, idealnya satu orang pengamat hama menangani satu kecamatan. Namun yang terjadi saat ini adalah satu orang pengamat hama menangani 3 hingga 4 kecamatan.

"Artinya masih jauh belum mendapatkan sumber daya manusia untuk pengamat hama ini," kata Suswono di Padang, Kamis (31/10/2013).

Untuk mengangkat tenaga kerja pengamat hama ini diakui Suswono tidak mungkin dari kalangan pegawai negeri sipil. Pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari sumber daya manusia untuk dijadikan pengamat hama.

"Yang jelas untuk pengangkatan tenaga kerja seperti ini tentu PNS enggak mungkin. Yang kita lakukan mungkin dengan daerah kita kerjasama," ujarnya.

Untuk itu, Kementan akan menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah daerah untuk mencari para petani yang memiliki dedikasi tinggi guna dilatih menjadi pengamat hama.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.