Kompas.com - 07/11/2013, 09:27 WIB
Wijaya Karya. Wijaya KaryaWijaya Karya.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- PT Wijaya Karya (Wika) akan membangun pabrik beton di Myanmar. Proyek tersebut patungan antara pengusaha lokal Myanmar dengan Wika.

"Terbaru di Myanmar, mau membuat pabrik beton. Kalau yang di Myanmar itu Wika bekerjasama dengan pengusaha lokal membangun pabrik di Myanmar. Ini paling baru," kata Direktur HC & Development Wika Tonny Warsono di Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Tonny menjelaskan pabrik beton yang akan dibangun di Myanmar tersebut meskipun pemegang saham mayoritasnya adalah pengusaha lokal, namun Wika Beton, anak perusahaan Wika, memegang peranan penting dalam hal teknis. Wika menyediakan desain proses dan desain engineering pabrik.

"Jadi desain prosesnya dan desain engineering pabriknya semua itu dari Wika Beton. Dia yang melakukan joint venture. Jadi bentuknya sekarang Wika bukan hanya kontraktor, tapi sudah mulai menanamkan sahamnya di luar negeri," ujar Tonny.

Terkait sumber daya manusia yang mengerjakan proyek pabrik di Myanmar tersebut, Tonny mengatakan hampir seluruhnya merupakan tenaga kerja asal Indonesia.

"Biasanya kami selalu mengandalkan tenaga kerja (Indonesia). Engineersnya, managersnya, mandornya. Di Aljazair itu pernah terbanyak sampai 1.350. Kalau di Brunei sekitar 100 sampai 150. Kalau.di Timor Leste sekitar 400," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.