Aksi Buruh Marak, Wapres Minta Investor Tak Khawatir

Kompas.com - 07/11/2013, 11:16 WIB
Sebagian buruh di Manado yang berdemo membawa poster yang bertuliskan tuntutan mereka. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSebagian buruh di Manado yang berdemo membawa poster yang bertuliskan tuntutan mereka.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden RI Boediono meminta investor tak khawatir dengan prospek bisnis di Indonesia terkait maraknya aksi demonstrasi buruh. Ia menilai, aksi tersebut hanyalah bagian dari demokrasi.

"Saya pikir demonstrasi damai dan pemogokan harus diterima sebagai bagian dari demokrasi kita," kata Boediono dalam sambutannya di Indonesia Investment Summit, di Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Sebagaimana diketahui, sejumlah serikat pekerja marak menggelar aksi mogok kerja disertai demonstrasi menuntut kenaikan upah minimum. Boediono memastikan, peningkatan aktivitas pekerja menuntut upah yang lebih baik merupakan bagian dari proses demokrasi. Sama halnya dengan praktik pemberantasan korupsi yang semakin baik.

"Praktik demokrasi di Indonesia semakin baik. Hal itu terbukti dari banyaknya kasus korupsi yang terungkap dan ditangani secara serius," imbuhnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.