Kompas.com - 07/11/2013, 20:19 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Kementerian BUMN untuk menggabungkan perusahaan reasuransi pelat merah mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan, pembentukan reasuransi sangat diperlukan untuk menjaga nilai tukar rupiah dan meningkatkan cadangan devisa. Pasalnya, jika menggunakan jasa reasuransi luar negeri, seperti yang terjadi saat ini, membuat devisa banyak mengalir ke luar negeri.

"OJK mendukung, agar devisa kita itu tidak mengalir keluar. Untuk reasuransi memang sebaiknya dapat ditangani di dalam negeri," ujar Dahlan, Kamis (7/11).

Tetapi, lanjut Dahlan, pihaknya masih menunggu kepastian mengenai regulasi pembentuk perusahaan reasuransi. Karena saat ini menurutnya banyak yang tidak setuju untuk penggabungan perusahaan asuransi ini.

Untuk itu, Dahlan berencana untuk mengganti direksi yang tidak menyetujui rencana tersebut. "Regulasinya pokoknya masih ditunggu, kalau mereka tidak mau ya tinggal diganti saja direksinya, masa demi kepentingan negara mereka tidak mau ikut mendukung," tegasnya.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN berencana untuk membentuk perusahaan reasuransi milik negara dengan menggabungkan tiga anak usaha perusahaan reasuransi BUMN.

Perusahaan reasuransi yang akan digabungkan itu adalah ReIndo anak usaha PT Reasuransi Internasional Indonesia (Persero), Tugu-Re anak usaha PT Pertamina (Persero) dan PT Tugu Reasuransi Indonesia, serta Nasional-RE anak usaha PT Reasuransi Umum Indonesia (Persero).

Ketiga perusahaan tersebut akan digabungkan, dan akan berada dibawah PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI).

Dengan digabungkannya perusahaan reasuransi BUMN tersebut, maka pemerintah memilki perusahaan penjaminan asuransi dengan modal dan aset besar. (Rr Dian Kusumo Hapsari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kontan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.