Pemerintah: BI Rate Naik Memperlambat Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 12/11/2013, 19:07 WIB
Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa, di Jakarta, Selasa (22/10/2013). ESTU SURYOWATIMenko Perekonomian RI Hatta Rajasa, di Jakarta, Selasa (22/10/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,5 persen, Selasa (12/11/2013). Menanggapi kenaikan BI rate, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan BI untuk menaikkan suku bunga.

Pertimbangan pemerintah menaikkan suku bunga acuan tersebut yakni agar mampu memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account). Meski tidak bisa dimungkiri, kenaikan BI rate juga akan berdampak terhadap sektor riil.

“Ini yang kami jaga betul, jangan sampai mereka kesulitan mengembangkan usahanya, jangan sampai enggak bisa bayar cicilan,” kata Hatta.

Lebih lanjut ia menambahkan, stabilisasi ekonomi penting, namun tidak boleh mengorbankan pertumbuhan. Menurut dia, jika inflasi bisa ditekan di bawah 9 persen hingga akhir tahun, daya beli masyarakat tak akan terlalu tergerus.

“Saya kira antara 5,6 - 5,9 persen petumbuhan ekonomi kita masih cukup. Kita jaga jangan ada lay off. Kita juga jaga pada capital account sehingga bisa menurunkan defisit transaksi berjalan,” imbuhnya.

Ditemui di lokasi sama, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro membenarkan, kenaikan suku bunga BI adalah upaya untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi. Dengan perlambatan ekonomi itu praktis terjadi penurunan impor, yang berdampak pada perbaikan curren account.

Namun demikian, agar pertumbuhan ekonomi tak melambat terlalu berat pemerintah mempersiapkan sejumlah paket kebijakan. “Itu kebijakan yang mau kita keluarkan November dan Desember tadi, utamanya terkait perpajakan,” ujar Bambang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat Sore Ini

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat Sore Ini

Whats New
Jualan Online Kena Pajak, Bagaimana Aturan Pajak Olshop?

Jualan Online Kena Pajak, Bagaimana Aturan Pajak Olshop?

Whats New
Hadapi Varian Omicron, Sri Mulyani: RI Punya Bekal Kuat

Hadapi Varian Omicron, Sri Mulyani: RI Punya Bekal Kuat

Whats New
Jejak Kemesraan Erick Thohir dengan Banser

Jejak Kemesraan Erick Thohir dengan Banser

Whats New
DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

Whats New
Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Whats New
Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Rilis
Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Whats New
Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Whats New
Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Whats New
Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Whats New
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.