DPR Tak Restui Penambahan BBM Subsidi akibat Mobil Murah

Kompas.com - 01/12/2013, 16:22 WIB
Bajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. KOMPAS / PRIYOMBODOBajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis tidak bisa mengira-kira jumlah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun depan. Namun, yang pasti kuota BBM bersubsidi tidak mungkin bisa ditambah.

"Belum tahu berapa, apa mau menambah quota BBM kan enggak mungkin, karena sudah ditentukan APBN. Barangkali tinggal pemerintah mendiversifikasi saja dari kuota yang telah disetujui APBN itu," kata Harry kepada Kompas.com, Minggu (1/12/2013).

Ia menambahkan, pemerintah tinggal membagi atau mendistribusi berapa kuota BBM subsidi untuk angkutan umum, dan berapa kuota untuk kendaraan pribadi.

"Apakah pemerintah serius dan kebutuhan atas mobil murah itu berapa. Kita jadi cuma menegaskan tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan APBN," tegas politisi Partai Golkar ini.

Harry pun menegaskan kuota BBM bersubdisi tidak akan ditambah meski jumlah kendaraan pribadi tahun depan bertambah banyak akita mobil murah. "Ya bukan berarti terus 48 jutakilo liter terus ditambah 3 persen. Ya, tetap saja 48 jutakilo liter," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi memproyeksikan, pada 2014 jumlah mobil murah yang diproduksi sebanyak 3 persen dari total produksi mobil, atau sekitar 200.000 unit. Saat ini jumlahnya hanya 0,4 persen dibanding mobil konvensional, atau sekitar 40.000 unit.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.