Kompas.com - 18/01/2014, 16:22 WIB
Awak pesawat Merpati Nusantara KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAAwak pesawat Merpati Nusantara
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat BUMN yang dulu pernah menjabat sebagai sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu melihat kemungkinan masih ada pebisnis yang tertarik bermitra dengan PT Merpati Nusantara Airlines. Pasalnya, setidaknya masih ada empat hal yang menjadi nilai jual Merpati.

"Satu, Merpati itu perusahaan penerbangan yang tahan uji. Dibanding perusahaan lain pesawatnya jelek, harus melayani remote area, ada masalah dengan cash flow, tapi orang-orang di dalamnya tahan uji," kata dia saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (16/1/2014) lalu.

Said mengatakan, hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi pebisnis yang mau menjalin kerjasama operasi (KSO) dengan Merpati.

Kedua, soal keselamatan, Merpati terbilang cukup baik. "Merpati itu kalau keselamatan oke lho, walaupun pesawatnya tua-tua," kata mantan komisaris utama Merpati itu.

Adapun alasan ketiga, sebut Said, adalah jaringan Merpati sudah dikenal banyak orang. "Alasan keempat, Merpati melayani rute terbang ke daerah-daerah terpencil. Itu menjadi nilai plus-nya," katanya.

Maskapai pelat merah yang berdiri 6 September 1962 ini tengah terlilit utang yang tak sedikit, sekira Rp 6,7 triliun, baik kepada pemerintah, BUMN, dan mitra non BUMN. Sebagai salah satu upaya penyelamatannya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan mandat kepada Merpati untuk membentuk anak perusahaan baru dengan skema KSO.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Resmi Jadi Bank Digital, BRI Agro Ubah Nama Jadi Bank Raya

Whats New
PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

PT KAI Gandeng PT INTI Implementasikan Sistem Kontrol Kereta Terpusat

Whats New
IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menguat Tipis

Whats New
Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Canda Erick Thohir: Jadi Menteri BUMN Harus Tahan Panas sebab Kursinya Itu Panas

Whats New
Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Sri Mulyani: Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit

Whats New
Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Balada Impor Garam di 2 Periode Jokowi

Whats New
Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Menperin Agus: Pemberlakuan IOMKI Dorong Kontribusi Pertumbuhan Sektor Industri

Whats New
OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

OJK Tutup 425 Penyelenggara Investasi dan 1.500 Fintech P2P Lending Ilegal

Whats New
Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Bulu Mata Palsu Asal Purworejo Mendunia, Diekspor hingga ke AS

Whats New
Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Whats New
Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Earn Smart
6 Perempuan Muda Ini Bakal 'Ambil Alih' Jabatan Erick Thohir

6 Perempuan Muda Ini Bakal "Ambil Alih" Jabatan Erick Thohir

Whats New
Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Whats New
Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Whats New
Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.