Beli 8 Mobil Keliling, Taspen Rogoh Rp 6 Miliar

Kompas.com - 24/01/2014, 14:22 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun ini PT Taspen (Persero) akan membelanjakan sebesar Rp 6 miliar untuk pengadaan 8 mobil layanan Taspen (motas). Direktur Utama Taspen, Iqbal Latanro menuturkan, ini harga yang cukup murah untuk lebih mendekatkan Taspen ke peserta.

"Rp 750 juta untuk satu mobil, lebih mahal (biaya) jaringan infrastrukturnya. Ini enggak banyak (kalau) untuk meningkatkan pelayanan," kata dia di kantor Taspen, Jakarta, Jumat (24/1/2014).

Adanya mobil keliling ini, lanjut Iqbal, disebabkan program e-klaim yang diluncurkan sebelumnya masih kurang efektif menjangkau para peserta. Utamanya, para peserta program pensiunan, di mana para lanjut usia tersebut kata Iqbal, kurang gesit berselancar di internet.

Asal tahu saja, program e-klaim ini diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun Taspen ke 50, tahun lalu. Menurut Iqbal, mobil keliling bisa membantu peserta untuk mengurus klaim, pencetakan Kartu Peserta Taspen, pengurusan mutasi kantor bayar, dan lainnya.

"Kalau ada orang berkumpul kita bisa datang. Misal di suatu kompleks perumahan banyak pensiunan, bisa panggil kita datang. Dengan mobil ini seluruh transaksi di kantor cabang bisa dikerjakan, yang belum bisa adalah pembayaran," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, setidaknya harus ada 25 peserta, sehingga motas bisa berkunjung dan melayani.

Bertepatan dengan peluncurannya, hari ini, Taspen juga menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. Taspen menyalurkan Rp 100 juta bagi korban letusan Gunung Sinabung, di Sumatera Utara, dan Rp 100 juta untuk korban banjir Jakarta. Taspen menyalurkan Rp 50 juta untuk korban banjir bandang di Manado.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Whats New
Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Work Smart
Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Whats New
Restrukturisasi dan Bersih-bersih di BUMN Harus Jadi Program Berkelanjutan

Restrukturisasi dan Bersih-bersih di BUMN Harus Jadi Program Berkelanjutan

Whats New
Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Pasca Hari Kemerdekaan RI

Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Pasca Hari Kemerdekaan RI

Whats New
Ini Cara Mengelola Pengeluaran untuk Mahasiswa Agar Uang Bulanan Tidak Cepat Habis

Ini Cara Mengelola Pengeluaran untuk Mahasiswa Agar Uang Bulanan Tidak Cepat Habis

Spend Smart
[POPULER MONEY] Harga Terbaru Pertalite | Segini Harga Pertalite Jika Tak Disubsidi Pemerintah

[POPULER MONEY] Harga Terbaru Pertalite | Segini Harga Pertalite Jika Tak Disubsidi Pemerintah

Whats New
Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar 'Cloud Computing' di RI

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar "Cloud Computing" di RI

Whats New
Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Rilis
Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Whats New
Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Whats New
HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.