Kompas.com - 27/01/2014, 11:50 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke kendaraan konsumen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPetugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke kendaraan konsumen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2013).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Retail pada tahun ini bakal membangun 10 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus untuk sepeda motor. Anggaran yang disiapkan untuk ini lebih kurang Rp 60 miliar.

"Saya boleh mengatakan jumlah motor lebih banyak dari mobil. Sehingga Pertamina memandang sudah saatnya kita bangun SPBU kecil untuk motor," kata Direktur Utama Pertamina Ritel, Toharso, ditemui di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Ia mengatakan, diprediksikan pada 2014 ini jumlah mobil sekitar 10 juta unit. Sementara, jumlah sepeda motor hampir 60 juta unit. SPBU mini ini sedianya sudah berdiri satu unit di Kampung Hulu, Bekasi Timur.

Saat ini, kata Toharso, ada satu dispenser yang siap dioperasikan. "Tinggal isi minyak dan ijin operasinya. Dispensernya baru satu nanti bisa dikembangkan dua," kata Toharso.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk membangun satu SPBU mini diperlukan investasi antara Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar. Itu pun tanpa memasukkan biaya atau harga tanah. Pasalnya, harga tanah di tiap-tiap daerah berbeda, dan juga tergantung dengan lokasinya.

"Kita siapkan anggaran Rp 60 miliar. Titiknya akan kita cari lokasi yang banyak kendaraan bermotor, Jakarta, Jawa Tengah, dan sebagainya. Untuk ukurannya sebetulnya 700 meter persegi cukup. Nanti (di situ) selalu ada Bright Store dan ganti oli," ucap Toharso.

Sementara Manajer Non Fuel Marketing Pertamina Retail, Budi Aji menambahkan, target sales (penjualan) untuk setiap satu SPBU mini minimal 6 KL sampai 7 KL per hari. "Ini lagi trial, kita baru lihat keekonomiannya. Makanya mau dibangun sendiri dulu, belum gandeng swasta. 6-7 KL baru BEP lah," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.