Kompas.com - 28/01/2014, 07:17 WIB
Jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/1/2014). Citilink mengalihkan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma dengan rute Jakarta-Semarang (PP), Jakarta-Yogyakarta (PP), Jakarta-Malang (PP), dan Jakarta-Palembang (PP). KOMPAS/HERU SRI KUMOROJadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/1/2014). Citilink mengalihkan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma dengan rute Jakarta-Semarang (PP), Jakarta-Yogyakarta (PP), Jakarta-Malang (PP), dan Jakarta-Palembang (PP).
EditorErlangga Djumena

BATAM, KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ingin alokasi waktu penerbangan sipil di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dikurangi. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan TNI AU masih membahas hal itu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay menuturkan, pihaknya mengusulkan pengalihan 126 penerbangan dari Bandara Soekarno- Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma. Namun, TNI AU meminta penerbangan yang dipindahkan tidak sebanyak itu. ”Sekarang masih dibicarakan,” ujarnya, Senin (27/1/2014), di Batam, Kepulauan Riau.

Belum dipastikan berapa alokasi (slot) yang akhirnya akan disepakati. Hal yang jelas, kebutuhan-kebutuhan TNI AU akan diprioritaskan. ”Kebutuhan TNI AU harus dipenuhi,” ujarnya.

TNI AU memakai Bandara Halim Perdanakusuma sebagai pangkalan beberapa skuadron dan kesatuan lain. Bandara itu juga dipakai untuk penerbangan VVIP dan pribadi.

Herry juga menyatakan masih akan dibahas lagi maskapai mana saja yang mendapat jatah di Halim. Saat ini sudah ada Citilink yang mengalihkan sebagian penerbangannya sejak 10 Januari 2014. Sementara Garuda dan AirAsia berencana beroperasi di Halim mulai bulan depan. Namun, mereka belum mendapatkan persetujuan karena mengusulkan rute baru. Akibatnya, belum ada kepastian kapan Garuda akan beroperasi di Halim.

”Penerbangan di Halim hanya untuk pengalihan dari Cengkareng, bukan untuk rute baru,” ujarnya.

Pengalihan ke Halim diharapkan mengurangi 10 persen beban Soekarno-Hatta. Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.100 pergerakan pesawat setiap hari. Kapasitas di Bandara Soekarno-Hatta hanya 22 juta penerbangan per tahun. Sementara pada tahun 2013 sudah mencapai 60 juta penerbangan per tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai hal tersebut, Manajer Hubungan Masyarakat PT AirAsia Indonesia Audrey P Petriny mengatakan, pihaknya memang berencana ingin mengalihkan rute dan meminta rute baru. Namun, hal tersebut masih dalam pembahasan.

”Namun kami juga patuh atas segala keputusan pemerintah,” kata Audrey.

Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan, pihaknya memang telah mengajukan 10 tempat penerbangan di Halim yang merupakan pengalihan rute dari Bandara Soekarno-Hatta. ”Kami telah mengajukan 10 alokasi, tetapi belum disetujui,” katanya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.