Kompas.com - 29/01/2014, 11:04 WIB
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com — Selain menawarkan peluang, wahana internet juga menyimpan kerawanan, mulai dari penipuan sampai pembobolan rekening bank. Agar terhindar dari kemudaratan, kita harus cermat dan waspada.

Ketika bisnis Anda sudah merambah dunia maya, paparannya tak lagi nasional atau regional, tetapi mendunia. Begitu pula risiko ancaman kejahatannya. Penjahat-penjahat dari seluruh belahan dunia leluasa memata-matai setiap aktivitas finansial yang Anda lakukan secara online. Salah ketik, nasib apes siap menjemput. Hanya dalam hitungan detik, para cracker itu mampu merampas kunci pembobol rekening di bank.

Masih ingat inisial EYN, sang pembobol rekening bank, yang berhasil dibekuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya pada 25 Januari 2010 lalu.  EYN hanyalah satu di antara 1.001 pelaku cyber crime yang bergentayangan di dunia maya. Berbekal biodata nasabah, EYN sanggup meraup untung puluhan hingga ratusan juta rupiah via internet.

Jejak kejahatan oknum-oknum seperti EYN dapat ditemukan di jaringan dunia maya dalam jumlah sangat banyak. Moda operasi mereka beragam. Tawaran menggiurkan, kabar hadiah yang sangat besar, dan e-mail yang membujuk Anda agar melakukan update account secara mendadak adalah contoh jejak kejahatan tersebut.
 
Mengenal modus operasi
"Penjahat seperti itu tak pernah menetap dalam sebuah alamat web atau uniform recource locator (URL). Tak sampai sebulan, identitas dan URL-nya sudah berganti. Kalau tidak, pasti mudah ditangkap," papar Maman Suharman (34), praktisi TI, di Jakarta Selatan. Memahami rencana serta mencermati setiap langkah siasat penipuan menjadi sebuah cara terbaik membendung kejahatan di internet.

Umumnya langkah pertama yang dilakukan penjahat dunia maya adalah  menyembunyikan jati diri. Alamat fiktif, nomor telepon seluler, web gratisan atau murahan menjadi bahan baku utama membangun "kuda troya".  Mereka tidak pernah menggunakan telepon rumah (PSTN/public switched telephone network). Sebab, piranti komunikasi ini membuat jejaknya mudah diendus.
Mereka menyamarkan web jebakan ini dengan alamat web lain.

Umumnya yang dipilih ialah website yang sedang naik daun dan banyak pengunjungnya. Salah satu contohnya PayPal. Perusahaan ini merupakan penyedia jasa transfer uang via surat elektronik. Bila PayPal asli memakai domain .com, mereka menggunakan domain berbeda semisal net, .id, .org, dan masih banyak lagi domain yang bisa dipilih. Web PayPal palsu tersebut  didesain sama persis dengan "tampang" aslinya.

Setting web jebakan itu sesuai modus dan tujuannya, yakni mengumpulkan data pribadi calon korban sebanyak-banyaknya, termasuk password dan pin calon korban. Untuk itu, tersedia  kolom-kolom isian data tersebut. Tak lupa ditambah kalimat yang mampu menepis rasa curiga serta membuat korban terlena, misalnya, "password dan kode pin dijamin keamanannya/tidak terbaca".  

Setelah perangkap siap, mereka lalu menyebar umpan. Ada puluhan juta kepala pengguna internet. Artinya, banyak kepala akan bisa diperdaya. Lewat berbagai mailing list, umpan ditabur dalam bentuk e-mail. Calon korban digiring masuk ke dalam jerat web jebakan tersebut.  Caranya ialah dengan mengirimkan "bius" kata yang mampu menumbuhkan sugesti kepanikan. Misalnya: urgen, penting, dan segera. Berikut contoh isi umpan yang bisa Anda tiru.

Perhatian! PayPal account Anda telah kedaluwarsa! Kami butuh beberapa informasi untuk melakukan update account Anda kembali. Juga sebagai sarana perbaikan sistem keamanan.  Sistem kami mendeteksi unusual tagihan kartu kredit Anda terhubung ke account PayPal.  Nomor referensi: PP-259-187-991.

Ini merupakan peringatan terakhir. Segera lakukan login ke PayPal.  Setelah melakukan login, ikuti langkah-langkah untuk mengembalikan akses account Anda. Kami menghargai Anda karena kami bekerja untuk memastikan keselamatan rekening Anda. Click here to activate your account.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.