Yusril: Ada Baiknya Pembayaran Denda Asian Agri Dicicil

Kompas.com - 30/01/2014, 17:21 WIB
Yusril Izha Mahendra KOMPAS.COM/Sandro GatraYusril Izha Mahendra
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Asian Agri Group (AAG) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, hukuman denda harus dibayarkan tunai sekaligus. Namun, lanjut dia, dalam menegakkan hukum tidak semata-mata menegakkan hukum saja, tetapi juga mempertimbangkan aspek manfaat.

Terkait Asian Agri yang membayar hukuman Rp 2,5 triliun tidak sekaligus, itu lantaran ada pertimbangan keberlanjutan perusahaan yang mempekerjakan 25.000 karyawan dan 29.000 keluarga petani plasma. Dengan pertimbangan tersebut, ada baiknya hukuman denda Asian Agri dibayarkan secara dicicil.

"Orang dihukum 10 tahun juga tidak menjalani hukuman sekaligus kan? Dicicil sehari, sehari," kata Yusril, di Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika denda Rp 2,5 triliun itu dibayarkan sekaligus, atau tidak dibayar kemudian aset Asian Agri disita oleh negara, maka 25.000 karyawan juga akan menjadi urusan pemerintah. "Saya kira berat juga (bagi negara)," imbuhnya.

Menurut Yusril, antara negara dengan pengusaha ada hubungan saling membutuhkan. Jika pengusaha melakukan kesalahan, dihukum saja, tapi jangan dimatikan. Ia pun sangsi negara bisa dengan segera menyiapkan lapangan pekerjaan bagi 25.000 orang.

"Kalau mati negara juga yang repot. Negara tidak bisa menyediakan lapangan kerja untuk 25.000 dan petani plasma. Jadi, sebenarnya pemerintah pun harusnya arif dan bijak. (Karena) Asian Agri juga punya itikad baik (untuk melunasi)," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.