Kompas.com - 04/02/2014, 15:27 WIB
Salah seorang warga memperlihatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor Cabang Utama BPJS, Kota Bandung beberapa waktu lalu. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN Salah seorang warga memperlihatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor Cabang Utama BPJS, Kota Bandung beberapa waktu lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron menuturkan, memang tidak mudah melakukan sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut Ali, jangankan petugas bagian penerima pasien rumah sakit, direktur rumah sakit dan bahkan kepala dinas kesehatan di daerah pun belum seluruhnya memahami program ini. "Ini harus berubah. Kalau tidak berubah, pelayanan selalu tidak akan seperti apa yang kita inginkan, karena (rumah sakit) perhitungannya selalu untung," lanjut Ali, di Wisma Antara, Selasa (4/2/2014).

Menurut Ali, pola pikir direksi rumah sakit hingga staf harus diubah, bukan profit oriented, namun nonprofit oriented. Meski demikian, nonprofit pun sebisa mungkin harus surplus.

"Nonprofit bukan berarti enggak boleh surplus. Tapi, kalaulah surplus, harus dikembalikan untuk peningkatan kualitas pelayanan," terang Ali.

Sebulan setelah BPJS Kesehatan beroperasi, yakni mulai 1 Januari 2014, masih terdapat banyak permasalahan di lapangan. Sebagian besar terkait dengan pelayanan, karena tarif yang ditentukan dalam program jaminan sosial terbesar di dunia itu, berbeda dari program serupa yang sudah ada sebelumnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.