Bengkulu Siapkan 472.664 Ha Hutan untuk Perdagangan Karbon

Kompas.com - 06/02/2014, 13:23 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BENGKULU, KOMPAS.com - Provinsi Bengkulu mengusulkan seluas 472.664 hektar kawasan hutan di daerah itu masuk dalam wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan dimanfaatkan dalam skema perdagangan karbon.

Kepala Bidang Penataan Kawasan, Tahan Simamora menuturkan, total kawasan tersebut dibagi menjadi dua KPH, yakni KPHL (Lindung) seluas 324.935 hektar dan KPHP (Produksi) seluas 147.729 hektar.

"Usulan tersebut dicadangkan area hutan untuk mekanisme transaksi perdagangan karbon, sebagai langkah turunan dari program Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation, REDD )," ujar Simamora, Selasa (4/2/2014).

Usulan penunjukan KPHL dan KPHP Bengkulu juga telah disetujui dalam Keputusan Menteri Kehutanan. Namun untuk sementara, dari 472.664 hektar tersebut, hanya satu kawasan KPHL yakni di Unit I atau Kabupaten Mukomuko dengan luasan 78.274 hektar yang ditunjuk menjadi percontohan.

Sejauh ini, untuk di Indonesia kata dia, wilayah KPHL atau KPHP Model yang telah ditetapkan Menteri Kehutanan telah ada sebanyak 13 lokasi.

"Dengan begitu, ketika skema perdagangan karbon mulai berlaku nantinya, Bengkulu sudah menyiapkan kawasan hutannya. Walau memang sementara ini harus diakui mesti banyak persiapan yang disiapkan," jelas Simamora.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.