Kompas.com - 07/02/2014, 20:46 WIB
Kilang LNG Tangguh adalah salah satu penghasil gas alam cair di Indonesia. Tampak Kilang LNG Tangguh di Tanah Merah, Distrik Sumuri, Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (13/12/2011). KOMPAS/SUBUR TJAHJONOKilang LNG Tangguh adalah salah satu penghasil gas alam cair di Indonesia. Tampak Kilang LNG Tangguh di Tanah Merah, Distrik Sumuri, Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (13/12/2011).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek LNG Tangguh Unit III senilai Rp 108 triliun, sulit terealisasi akibat proses analisis dampak lingkungan (Amdal) yang tak kunjung usai.

Sekretaris Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Lucky Eko Wuryanto menuturkan, jika proses Amdal usai, diprediksikan ground breaking paling cepat akhir tahun 2014.

"Cuma Tangguh itu kita pernah diberi tahu oleh pihak SKK Migas, mereka sulit merealisasikan tahun ini. Mereka masih melakukan Amdal, dan di situ ada masalah dengan masyarakat lokal," kata Luky ditemui di Kantor Kemenko, Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Pada akhir tahun lalu, investor masih berkomitmen akan melakukan ground breaking tahun 2014 ini. Namun demikian ia ragu jika kondisinya masih bermasalah dengan Amdal.

Diperkirakan, proyek ini rampung mundur dari target, jadi pada 2019 atau 2020. Proyek Tangguh merupakan yang termahal di antara 166 proyek MP3EI. Keseluruhan proyek tersebut bernilai Rp 628,91 triliun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.