Kompas.com - 14/02/2014, 16:36 WIB
Foto handout dari Freeport Indonesia memperlihatkan tim operasi penyelamatan para pekerja yang terjebak di terowongan tambang yang runtuh di area Big Gossan, Kompleks Grasberg, Papua, 17 Mei 2013. Sebanyak 7 pekerja ditemukan tewas dan 21 orang belum ditemukan. AFP PHOTO / FREEPORT INDONESIA / HOFoto handout dari Freeport Indonesia memperlihatkan tim operasi penyelamatan para pekerja yang terjebak di terowongan tambang yang runtuh di area Big Gossan, Kompleks Grasberg, Papua, 17 Mei 2013. Sebanyak 7 pekerja ditemukan tewas dan 21 orang belum ditemukan.
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana menyerahkan laporan hasil pemantauan dan penyelidikan terkait runtuhnya terowongan Big Gossan PT Freeport Indonesia ke Freeport Amerika melalui Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Dalam laporan tersebut, komnas berkesimpulan PT Freeport Indonesia melakukan kelalaian.

"Kita akan serahkan ini ke Kedubes Amerika," ujar komisioner Komnas HAM Natalius Pigai di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014).

Natalius mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang terkesan diam terhadap peristiwa yang menewaskan 28 orang tersebut. Padahal, 28 orang itu merupakan warga negara Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

"Kalau di Amerika, ada perusahaan pegawainya satu saja tewas, itu perusahaan bisa kolaps. Tapi kita di sini enggak perlu sampai begitulah," kata Natalius.

Natalius mengatakan, penyelidikan komisi menilai sudah ada bukti permulaan yang cukup untuk menjerat PT Freeport Indonesia, dalam hal ini kepala teknik tambang, pengawas operasional dan penanggung jawab teknis. Mereka yang bertanggung jawab, kata dia, bisa dijerat secara pidana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Dalam KUHP pasal 359 disebutkan barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun," tuturnya.

Untuk diketahui, pada tanggal 14 Mei 2013 terjadi runtuhan batuan yang menimbun sebuah ruang kelas di area fasilitas pelatihan Big Gossen, tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia. Dari 38 karyawan yang mengikuti pelatihan, 28 orang diantaranya tewas tertimbun tanah longsor dan 10 orang mengalami luka-luka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.