Kompas.com - 17/02/2014, 19:28 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Jangan berjanji jika tidak bisa menepati. Itulah pelajaran yang bisa dipetik dari so,asi yang dilontarkan peserta umroh terhadap PT Happy Prima Wisata Primasaidah Tour & Travel, yang dinilai telah ingkar janji atau wan prestasi.

Jamaah menuding Happy Prima wanprestasi karena pelaksanaan umroh tidak sesuai janji. Dalam brosur yang diedarkan, peserta umroh dijanjikan mendapat fasilitas bintang lima. "Ternyata hanya bintang tiga," ujar A. Syamsul Zakaria, peserta umroh yang juga kuasa hukum jemaah, pekan lalu.

Syamsul mewakili peserta umroh, antara lain Ratna Sari, Hendri Saparini, Abdelsyah Rifki M, Izni Fitriandani, Sekar AyuIndira Halim, M. Septiono Prihadi, Wahyu Pristianto, Henny E. lestari, Alibasyarah Putra Bayangkara, Wahyuningsih Nurhayati Nanang S. dan Anes Andrian.

Kepada Kontan, Syamsul bercerita somasi berawal ketika dirinya dan jamaah lain menerima penawaran ibadah umroh dari Happy Prima untuk keberangkatan 25 Desember sampai 2 Januari 2014. Happy Prima menawarkan fasilitas hotel bintang lima, yaitu Movenpick Hotel di Madinah. Namun kenyataannya menginap di Elaf Al Huda Hotel yang berbintang tiga.

Di Makkah, para jemaah juga menginap di hotel berbintang tiga, yaitu Hotel Makarim Umm Alqura. Padahal janjinya di hotel bintang lima, yaitu Hotel Royal Dar El Iman. Demikian juga di Jeddah, yang pada awalnya dijanjikan menginap di Hotel Ramada yang berbintang lima, namun kenyataannya diinapkan d hotel Red Sea Hotel yang berbintang tiga.

Akibatnya, Syamsul mengaku dirinya dan jemaah umroh lainnya mengalami kerugian material dan immateril,  seperti ketidaknyamanan beribadah.

Tanpa mengatakan nilai total kerugian yang ditanggung, Syamsul bilang untuk bisa berangkat umroh, dia dan istri membayar 4.800 dollar AS atau sekitar Rp 70 juta untuk dua orang. "Semua kerugian klien masih kami hitung," katanya.

Syamsul akan mendaftarkan gugatan ini ke pengadilan paling lambat dua pekan ke depan, jika Happy Prima mengabaikan somasi. Selain ganti rugi, dia juga menuntut izin Happy Prima dicabut dan meminta Arab Saudi menolak layanan Happy Prima.

Sebelumnya, pada 9 Januari 2014 Syamsul telah melayangkan somasi pertama kepada Happy Prima. Somasi ditanggapi kuasa hukum Happy Prima Yehezkiel J. Kaligis dari kantor hukum SKD & Co pada 20 Januari 2014. Dalam tanggapannya, Yehezkiel bilang legalitas Syamsul sebagai kuasa hukum belum ada dan tidak ada kop surat.

DIa juga membantah kliennya ingkar janji, sebab perubahan penginapan bukan keinginan Happy Prima, melainkan pembatalan sepihak hotel. Alasannya adalah, acara kenegaraan dan bertepatan dengan Hari Raya Teluk. "Hotel yang telah direservasisejak Agustus 2013 dibatalkan sepihak," ungkap Yehezkiel dalam jawabannya.

Dia mengklaim Happy Prima juga baru mendapatkan informasi pembatalan pada saat jamaah telah berangkat. Atas kasus ini, Kontan mencoba meminta wawancara Happy Prima, tetapi tidak direspon. (Noverius Laoli)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kontan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujukan Net Zero Operations, Sustainability Harus Jadi Prioritas Industri

Wujukan Net Zero Operations, Sustainability Harus Jadi Prioritas Industri

Rilis
Antisipasi Kecelakaan Beruntun, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Angkutan Pariwisata

Antisipasi Kecelakaan Beruntun, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Angkutan Pariwisata

Whats New
Ini Alasan Pertamina Dorong Masyarakat Daftar Lewat Website MyPertamina Ketimbang ke Aplikasi

Ini Alasan Pertamina Dorong Masyarakat Daftar Lewat Website MyPertamina Ketimbang ke Aplikasi

Whats New
Syarat dan Cara Ajukan KUR BRI Online 2022 lewat kur.bri.co.id

Syarat dan Cara Ajukan KUR BRI Online 2022 lewat kur.bri.co.id

Whats New
Gaji ke-13 PNS Cair, Sri Mulyani Sebut untuk Bayar Sekolah Anak

Gaji ke-13 PNS Cair, Sri Mulyani Sebut untuk Bayar Sekolah Anak

Whats New
Cara Daftar m-Banking BRI lewat HP, Tanpa Perlu ke Bank

Cara Daftar m-Banking BRI lewat HP, Tanpa Perlu ke Bank

Whats New
Segini Besaran Gaji ke-13 Pensiunan PNS yang Cair Mulai Hari Ini

Segini Besaran Gaji ke-13 Pensiunan PNS yang Cair Mulai Hari Ini

Earn Smart
Selenggarakan Virtual Run & Ride, Bluebird Turut Dukung Program Ketahanan Pangan

Selenggarakan Virtual Run & Ride, Bluebird Turut Dukung Program Ketahanan Pangan

Whats New
6 Bandara Angkasa Pura I Telah Memberangkatkan  39.296 Calon Jemaah Haji Selama 4-8 Juni 2022

6 Bandara Angkasa Pura I Telah Memberangkatkan 39.296 Calon Jemaah Haji Selama 4-8 Juni 2022

Whats New
Respons Bulog Usai Peternak Minta Sapi Terinfeksi PMK agar Diserap Jadi Stok

Respons Bulog Usai Peternak Minta Sapi Terinfeksi PMK agar Diserap Jadi Stok

Whats New
Strategi Putin, Jadikan Pupuk 'Senjata' Rusia

Strategi Putin, Jadikan Pupuk "Senjata" Rusia

Whats New
Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Lima Bank

Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Lima Bank

Whats New
Dukung Penetrasi Asuransi, Perusahaan Harus Fokus ke Produk-produk Mikro

Dukung Penetrasi Asuransi, Perusahaan Harus Fokus ke Produk-produk Mikro

Whats New
Mengawali Juli 2022, IHSG Melaju dan Rupiah Sentuh Level Rp 14.943 Per Dollar AS

Mengawali Juli 2022, IHSG Melaju dan Rupiah Sentuh Level Rp 14.943 Per Dollar AS

Whats New
Harga Avtur Naik, Kemenhub Akan Evaluasi Regulasi 'Fuel Surcharge' untuk Maskapai

Harga Avtur Naik, Kemenhub Akan Evaluasi Regulasi "Fuel Surcharge" untuk Maskapai

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.