Kompas.com - 18/02/2014, 13:02 WIB
Menteri Perhubungan, Everest Ernest Mangindaan, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (11/10/2013). ESTU SURYOWATIMenteri Perhubungan, Everest Ernest Mangindaan, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan, EE Mangindaan mengatakan pemerintah tidak akan gegabah membatalkan tambahan biaya penerbangan (tuslah), meski nilai tukar rupiah beberapa hari terakhir ini menguat hingga ke level Rp 11.600-an per dollar AS.

“Enggak. Jangan dulu langsung batal, karena nanti dia (dollar) naik lagi, ini berubah lagi. Kan ini masih fluktuatif, jadi kita akan evaluasi (saja),” kata Mangindaan, di Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Sebagai informasi adanya tambahan biaya (tuslah) atau surcharge tersebut disebabkan dua hal, yakni melorotnya rupiah, dan naiknya harga avtur dunia.  Beberapa waktu lalu, Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perubungan, Herry Bakti mengatakan, kemungkinan surcharge akan dikaji jika rupiah menguat.

Mangindaan membenarkan saat dikonfirmasi kemungkinan tuslah dikaji. Tapi ia memastikan tidak akan dicabut, kecuali telah ditetapkan tarif batas atas. Hal itu lantaran, nilai tukar selalu bergerak fluktuatif. “Rupiah menguat, syukur Alhamdulillah kalau saya itu. Tentu akan kita kaji kembali, karena sudah diputuskan surcharge itu, cuman kalau tarif kan belum,” katanya..

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 2 tahun 2014 tentang Besaran Biaya Tambahan Tarif Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam Negeri.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti menjelaskan, ini bukanlah kenaikan tarif jarak penerbangan. Ini adalah tambahan biaya (surcharge) akibat kenaikan harga avtur dan menguatnya dollar AS. Dengan demikian harga tiket pesawat bakal mengalami kenaikan.

Herry memaparkan, surcharge terbagi menjadi dua komponen, yakni untuk pesawat jenis jet, dan pesawat jenis turbo prop (propeller). Pesawat jet dengan jarak rute rata-rata 664 km, dikenai tambahan Rp 60.000 untuk jam pertama. Sementara itu, surcharge jam kedua besar Rp 60.000 dikalikan 0,95, dan jam ketiga dikalikan 0,90.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sucharge untuk pesawat turbo prop sebesar Rp 50.000, pada jam pertama dengan rata-rata jarak 348 km. Pada jam kedua besaran surchargedikalikan 0,90, dan pada jam ketiga dikalikan 0,85.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.