ADB Beri Dana Hibah bagi Perusahaan yang Berdayakan Kaum Miskin

Kompas.com - 21/02/2014, 18:13 WIB
Ilustrasi dollar AS SHUTTERSTOCKIlustrasi dollar AS
EditorBambang Priyo Jatmiko

MANILA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) meluncurkan  program hibah sebesar 3,6 juta dollar AS (sekitar Rp 40 miliar) untuk membantu perusahaan-perusahaan di Asia dalam memberdayakan masyarakat miskin.

Lembaga yang berbasis di Manila tersebut menjelaskan bahwa bantuan itu ditujukan untuk membantu perusahaan mengembangkan bisnis yang inklusif. Di mana, selain meningkatkan profit, bisnis yang dijalankan itu juga bisa membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat miskin di sekitarnya.

"Hanya sedikit perusahaan swasta yang memahami bahwa potensi pasar masyarakat miskin cukup besar, terutama untuk barang dan jasa, serta menjadi sumber yang cukup besar bagi tenaga kerja," ujar ekonom ADB, Armin Bauer, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Jumat (21/2/2014).

ADB menjelaskan, beberapa proyek yang akan dibiayai oleh dana tersebut adalah yang terkait dengan komoditas kakao and pendidikan untuk nelayan di Filipina, produksi rempah-rempah di Kamboja dan India, serta proyek pengairan di China.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Xinhua
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.