Ekspor Mebel RI Masih Kalah oleh Malaysia dan Vietnam

Kompas.com - 11/03/2014, 15:43 WIB
Ilustrasi: Perajin di pusat industri rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tengah membuat kursi goyang yang akan diekspor ke salah satu negara di Eropa timur, Rabu (6/6/2012). KOMPAS/SRI REJEKIIlustrasi: Perajin di pusat industri rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tengah membuat kursi goyang yang akan diekspor ke salah satu negara di Eropa timur, Rabu (6/6/2012).
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) menyatakan, ekspor industri furnitur atau mebel Indonesia saat ini masih kalah dengan Malaysia dan Vietnam.

"Kita hanya peringkat ke-13 sebagai negara pengekspor industri mebel," kata Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Soenoto di sela acara Indonesia Internasional Furniture Expo 2014 (IFEX) di Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Menurut Soenoto, total ekspor mebel dunia sepanjang 2013 mencapai 124 miliar dollar AS. Sedangkan porsi ekspor mebel Indonesia hanya mencapai 1,5 persen dari total tersebut, atau hanya 1,7 miliar dolar AS.

"Posisi Indonesia jauh di bawah ekspor mebel Vietnam yang mampu mencapai ekspor sekitar 4,2 miliar dollar AS. Malaysia saja yang SDM dan SDA jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia mampu mengekspor mebel sebesar 2,4 miliar dollar AS," kata dia.

Soenoto mengatakan 10 tahun silam, industri mebel Vietnam dan Malaysia belum diperhitungkan. Namun saat ini Malaysia sudah mengukuhkan diri sebagai pengekspor mebel peringkat kedelapan dunia.

AMKRI mengaku akan terus berupaya memajukan industi mebel dan kerajinan nasional agar dapat tampil di pentas global.

"Kita targetkan Indonesia bisa duduk di peringkat lima besar dunia sebagai pengekspor mebel," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.