Pajak Bisnis "Online" Indonesia Diseragamkan dengan Negara Maju

Kompas.com - 13/03/2014, 15:13 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis online akan terkena pungutan pajak. Aturan ini akan diatur dalam pertemuan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)  yang menyangkut pemisahan kegiatan bisnis diantara  bisnis konvesional dan bisnis melalui internet.

John Hutagaol, Direktur Peraturan Perpajakan (PP) II Direktorat Jenderal Pajak, mengatakan pemisahan ini akan mengacu kepada peraturan internasional dimana kebijakan ini membutuhkan sinkronisasi dengan negara lain.

"Penerapan ini akan melibatkan negara maju terutama negara G-20, kurang lebih ada 15 prinsip yang ditetapkan terkait dengan aturan ini," katanya di Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Jhon menerangkan bahwa dengan aturan ini maka ada pemisahan antara pajak pendapatan bruto suatu kegiatan lini usaha dengan pendapatan melalui Online.

Sebagai gambaran, jika Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berjualan melalui online maka akan mendapatkan pungutan dua kali yakni pungutan pendapatan secara umum dan pungutan melalui transaksi online.

"Akan ada dua pungutan yang dialami UMKM yang berjualan melalui online tapi sifatnya tidak akumulatif jadi pungutan yang sifatnya transaksi akan dikenakan jika bertransaksi melalui online sedangkan pungutan satunya lebih kepada pendapatan akhir tahun," katanya. (Arif Wicaksono)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.