Freeport Belum Sepakati Besaran Divestasi

Kompas.com - 15/03/2014, 15:47 WIB
Freeport KOMPAS/AGUS SUSANTOFreeport
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Renegosiasi kontrak dengan raksasa tambang berbasis di Amerika Serikat, PT Freeport Indonesia belum selesai. Dirjen Minerba Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral, R Sukyar, menegaskan perusahaan tersebut belum menyepakati besaran divestasi.

"Belum ada pembicaraan. Yang jelas kalau dia nambang, 51 persen (divestasi). Kalau dia terintegrasi, menambang, mengolah, memurnikan, 40 persen. Itu aja tawaran pemerinta," kata Sukhyar, usai diskusi soal batubara di Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Sejauh ini belum ada kesepakatan dari Freeport soal tawaran pemerintah tersebut. Sukhyar pun enggan menyebut berapa besaran divestasi yang diminta Freeport.

Beroperasi sejak 1967, kontrak Freeport akan berakhir pada 2021. Pemerinta belum memiliki kesepakatan lagi apakah akan ada perpanjangan kontrak untuk Freeport hingga 2041. Yang pasti, kata Sukhyar, setelah 2021, Freeport hanya diberikan izin usaha pertambangan biasa.

"Di undang-undangnya kan sangat jelas. Mereka buat rencana jangka panjang sampai 2021. Setelah itu izin biasa," papar Sukhyar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.