Kompas.com - 17/03/2014, 07:57 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Hampir dua bulan paska diberlakukannya Undang-undang No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), belum ada satu pun perusahaan tambang yang menyetorkan uang jaminan keseriusan pembangunan pabrik pemurnian bijih mineral (smelter).

"Belum ada yang masuk. Itu kan kaitannya dengan PMK (Peraturan Menteri Keuangan)," kata Dirjen Minerba, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), R Sukhyar, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Padahal, sebelumnya, Wamen ESDM Susilo Siswoutomo dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu menyebut, uang jaminan smelter tersebut merupakan bukti komitmen perusahaan untuk mempercepat hilirisasi sektor pertambangan.

Namun, hingga saat ini nyatanya belum ada yang menyetor uang jaminan smelter yang kabarnya sebesar 5 persen dari investasi smelter. Kendati demikian, Sukhyar tidak melihat bahwa ini merupakan ketidakseriusan perusahaan tambang.

"Mereka kan sudah ajukan rekomendasi untuk izin ekspor. Kita proses, tapi kan prosesnya lihat perencanaan pembangunan smelter. Ini masih on going, dan itu memang terkait salah satunya setoran," katanya.

Salah satu perusahaan tambang besar yang berinduk Amerika Serikat, PT Freeport Indonesia diakui Sukhyar sudah memberikan surat kesungguhan pembangunan smelter. Sayangnya, dia tidak menegaskan, apakah Freeport sudah memberikan uang jaminan smelter.

"Belum ada sinyal berapa besarannya, yang jelas Freeport sudah setuju dengan jaminan kesungguhan," tandasnya.

Di sisi lain, menanggapi permintaan relaksasi bea keluar (BK) eskpor Freeport, Sukhyar mengatakan itu merupakan hak perusahaan tambang untuk mengajukan permintaan. "Mengajukan boleh-boleh saja. Tidak ada masalah. Nanti saya lihat," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.