Kompas.com - 17/03/2014, 20:28 WIB
Karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) terdiri dari pilot dan pramugari mengadukan nasib mereka kepada Fraksi PDI Perjuangan di DPR. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIKaryawan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) terdiri dari pilot dan pramugari mengadukan nasib mereka kepada Fraksi PDI Perjuangan di DPR.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Pegawai Merpati (FPM) Sudiyarto belum tahu pasti perkembangan dari upaya penyelamatan Merpati, pasca-pertemuan bipartit dengan direksi akhir bulan lalu.

Justru yang terjadi saat ini komunikasi antara pegawai dan pimpinan maskapai pelat merah itu terputus. "Sampai serkarang saya tidak mendengar apa Asep (Direktur Utama Merpati, Asep Eka Nugraha) bertemu Menteri BUMN. Yang jelas komunikasi kita putus. Tidak ada komunikasi (setelah bipartit)," kata Sudiyarto, Senin (17/3/2014).

Atas dasar itu, FPM akan segera kembali melaporkan masalah tidak dibayarkannya hak normatif pegawai itu ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Bulan lalu, mereka juga telah beraudiensi dengan Kemenakertrans.

"Makanya setelah ini, kami akan lapor kepada Menteri Tenaga Kerja (Muhaimin Iskandar). Kami laporkan hasil bipartit, seperti ini," tukasnya.

Pertemuan bipartit antara FPM dan direksi Merpati Jumat (28/2/2014) menghasilkan keputusan. Direktur Utama Merpati, Asep Eka Nugraha mengatakan, akan menghadap langsung ke Dahlan Iskan memastikan dana transisi sebesar Rp 150 miliar yang akan digunakan salah satunya untuk membayar gaji pegawai yang tertunggak sejak Desember 2013.

"Posisi Merpati cukup sulit. Kondisi ini memerlukan dana. Karena apapun alasannya rekan-rekan sudah berpuasa 3 bulan. Ini hal sulit dan tidak bisa dilanjutkan," kata dia di hadapan puluhan karyawan Merpati.

Asep yang terlihat sedikit emosional meminta awak media untuk menjaga jarak dengannya. Asep, waktu itu mengatakan, Merpati harus diselamatkan secara total paripurna. "Teman-teman sudah cukup berpuasa 2 bulan. Kami mohon maaf dan kami akan sampaikan ke pemegang saham," lanjut dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.