Kompas.com - 18/03/2014, 15:45 WIB
Ilustrasi IHSG images.kontan.co.idIlustrasi IHSG
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, perkembangan pasar modal menjadi isu krusial di Indonesia. Akan tetapi, peran pasar modal Indonesia terhadap perekonomian masih sangat kecil.

"Perekonomian di negara-negara maju peran pasar modalnya sebanding dengan sektor keuangan lainnya. Di Indonesia peran pasar modal masih relatif rendah," kata Nurhaida di Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Lebih lanjut, Nurhaida menyebut peran pasar modal terhadap perekonomian Indonesia baru mencapai 20 persen dari perekonomian negara, sementara perbankan sudah mencapai 80 persen. Adapun di negara maju seperti Amerika Serikat, peran pasar modal telah mencapai 90 persen dari perekonomian negara.

"Peran pasar modal perlu ditingkatkan agar bisa sejajar dengan negara lain dan agar peran pasar modal bisa sebanding dengan lembaga keuangan lainnya. Perekonomian Indonesia tidak hanya ditopang perbankan yang kuat, tapi juga pasar modal yang sama kuatnya," tegas Nurhaida.

Saat ini jumlah emiten yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sebanyak 489 emiten. Nurhaida mengaku angka ini masih sangat rendah dibandingkan negara-negara tetangga saja, seperti Malaysia yang telah mencapai sekitar 900 emiten, dan Singapura di atas 1.000 emiten.

"Jumlah emiten yang tercatat di BEI saat ini belum cukup untuk membuat market likuid. Likuiditas perdagangan akan rendah jika emitennya sedikit. Perlu ditingkatkan agar market lebih berkembang," ujar Nurhaida.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.