Kompas.com - 20/03/2014, 15:23 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah memadamkan api dan mendinginkan lahan gambut di Plintung, Medan Kampai, Dumai, Riau, Selasa (18/3/2014). Titik api di Plintung masih banyak dan kabut asap juga masih tebal. Pemadaman dilakukan melalui darat dan bom air dari helikopter. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA LUCKY PRANSISKAPetugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah memadamkan api dan mendinginkan lahan gambut di Plintung, Medan Kampai, Dumai, Riau, Selasa (18/3/2014). Titik api di Plintung masih banyak dan kabut asap juga masih tebal. Pemadaman dilakukan melalui darat dan bom air dari helikopter. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, sudah kembali normal setelah beberapa saat lalu sempat terkendala kabut asap.

"Pagi ini, seluruh maskapai melayani penerbangan sesuai jadwal kecuali Sky Aviation yang melaporkan berhenti operasi hingga 31 Maret 2014," kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Daryanto, dalam keterangan resmi, Kamis (20/3/2014).

Adapun maskapai yang beroperasi di Bandara Sultan Syarif Kasim II adalah AirAsia, Batik, Citilink, Eastindo, FireFly, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Tiger, Pelita Air, Silk Air, Sriwijaya, dan Sky Aviation.

Rute-rute yang dilayani maskapai tersebut diantaranya dari Pekanbaru ke Jakarta, Kuala Lumpur, Batam, Karimun, Medan, Rengat, Yogyakarta, dan Bandung.

Sejak 23 Februari 2014 hingga 17 Maret 2014 tercatat sebanyak 474 penerbangan dibatalkan, 297 penerbangan mengalami keterlambatan, dan 29 penerbangan dialihkan ke kota lain. Akibatnya, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Sultan Syarif Kasim II ditaksir kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar diantaranya dari Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara atau PJP2U dan biaya pendaratan pesawat.

Selain mengganggu operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II, asap pembakaran lahan juga sempat mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatra Barat, pada 13 Maret 2014 hingga 17 Maret 2014.

Daryanto mengatakan, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 241,39 juta, dengan sebanyak 112 penerbangan keberangkatan dibatalkan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.