Kompas.com - 21/03/2014, 07:20 WIB
Ilustrasi bahan mentah komoditas tambang Kontan/MuradiIlustrasi bahan mentah komoditas tambang
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia siap menghadapi sengketa melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas keberatan Jepang terhadap larangan ekspor bahan mentah mineral. Sebanyak 44 persen impor nikel Jepang berasal dari bahan mentah di Indonesia.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, Jepang baru sebatas meminta klarifikasi kepada Indonesia terkait program hilirisasi yang berujung pada larangan ekspor bahan mentah mineral, termasuk nikel.

”Saya melihat hal ini sebagai mekanisme perdagangan dunia yang wajar. Indonesia tidak perlu takut karena hilirisasi adalah program yang dirancang untuk mendorong sesuatu yang baik di Indonesia,” kata Lutfi, Kamis (20/3/2014).

Walaupun Jepang baru sebatas meminta klarifikasi mengenai larangan ekspor bahan mentah nikel itu, Indonesia sudah bersiap jika Jepang membawa keberatan itu ke penyelesaian sengketa di WTO.

Jepang meminta klarifikasi kepada Indonesia karena fasilitas pemurnian nikel di Jepang sudah didesain untuk memurnikan nikel khusus dari Indonesia. Dengan larangan itu, fasilitas pemurnian di Jepang tidak berfungsi optimal.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menjelaskan, Indonesia akan memenangi sengketa jika sampai dibawa ke penyelesaian di WTO.

”Ada kesepakatan di WTO yang memberikan pengecualian terhadap kasus yang bisa dibawa ke penyelesaian sengketa. Jika Indonesia bisa bertahan pada argumen itu, sengketa itu tidak akan merugikan Indonesia,” kata Enny.

Pengecualian itu, antara lain, menyebutkan bahwa sebuah program perdagangan bisa dibebaskan dari sengketa jika bertujuan untuk mengentaskan warga dari kemiskinan dan membangun pedesaan dan ketahanan pangan. Program hilirisasi bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja sehingga bisa mengentaskan warga dari kemiskinan. (AHA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.