Pembahasan Tol Trans-Sumatera Sudah Selesai di Kementerian PU

Kompas.com - 24/03/2014, 10:40 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto LTF Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan, draf perbaikan peraturan presiden mengenai penugasan kepada badan usaha milik negara membangun Jalan Tol Trans-Sumatera sudah diserahkan kepada Sekretariat Kabinet.

”Pembahasannya sudah selesai di tingkat Kementerian PU. Sekarang sudah di Kementerian Koordinator Perekonomian, di sana masih akan dibahas lagi,” kata Djoko di Denpasar, Sabtu (22/3/2014).

Mengenai kapan perpres itu akan dikeluarkan, Djoko mengaku tidak mengetahuinya. ”Tentunya setelah semuanya beres, dan yakin tidak ada persoalan di kemudian hari, perpres penugasan itu bisa keluar,” ujar dia.

Kepala Badan Pengawas Jalan Tol A Gani Gozali mengatakan, dalam draf itu, PU berpijak pada mekanisme penugasan, dasar penugasan, dan apa saja yang harus diperhitungkan. ”Mekanisme penugasan yang akan diperpreskan. Jadi, siapa pun yang ditugaskan ternyata tidak mampu, default, atau cedera, maka penugasannya dikembalikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Gani.

Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) itu akan dilaksanakan dengan cara penugasan terhadap BUMN. Penugasan dilakukan karena kebutuhan masyarakat untuk konektivitas jalan raya di Sumatera sudah sangat tinggi, tetapi secara finansial, jalan tol itu belum bisa mendatangkan keuntungan bagi investor. Untuk mempercepat pembangunan itu, pemerintah akan menugaskan BUMN membangun, dengan cara penugasan menggunakan APBN.

Upaya ini baru pertama kali dilakukan karena selama ini penugasan tidak boleh menggunakan APBN, seperti di PT Kereta Api Indonesia dan PT Pelindo II. Yang menjadi kekhawatiran, jika BUMN yang ditugaskan tidak berhasil, harus ada jalan keluar bagaimana mengatasinya. Dalam draf itu dikatakan, jika kondisi itu terjadi, penugasan diambil alih Kementerian PU.

Dari jalan tol sepanjang 2.732 km itu, ada empat ruas yang telah diperhitungkan mampu memberikan keuntungan bagi investor (internal rate of return) sebesar 10-12 persen. Namun, sejak empat ruas itu dilelang tahun 2008, hingga kini belum ada investor yang tertarik masuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan, walaupun perpres penugasan JTTS belum selesai, pekerjaan untuk JTTS terus dilakukan. Pekerjaan itu bukan berupa konstruksi, melainkan pembebasan lahan.

Untuk JTTS, ujar Djoko Murjanto, dibutuhkan lahan 218,976 juta meter persegi, dengan total panjang jalan, termasuk jalan penghubung atau feeder ke proyek ini, mencapai 2.737,2 km. ”Perkiraan biaya untuk pembebasan lahan Rp 15 triliun lebih. Setelah dibebaskan, lahan akan dijaga agar masyarakat tidak bisa mengokupasi,” ujar dia. (ARN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.