Kompas.com - 24/03/2014, 13:08 WIB
ILUSTRASI ShutterstockILUSTRASI
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Masyarakat ternyata banyak yang belum mengetahui kabar Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, ingin bisa mengakses data nasabah perbankan. Namun, mereka yang berpendapatan kurang dari Rp 10 juta per bulan tidak mempersoalkan jika infomasi mereka yang ada di perbankan dibuka untuk kepentingan perpajakan.

“Belum dengar, tapi kalau bagi saya yang hanya karyawan swasta, itu tidak masalah, karena aliran dana saya jelas,” kata Dewi Ratnaningrum (26), kepada Kompas.com, Senin (24/3/2014).

Sebagai seorang assistant store manager, Dewi setiap bulan menerima gaji antara Rp 3,2 juta hingga Rp 4,5 juga. Untuk pembayaran gaji, Dewi memiliki rekening di Bank BCA, sementara untuk tabungannya, dia memilih bank syariah.

“Gaji bulanan dari perusahaan terus dibagi-bagi untuk kebutuhan sehari-hari dan ditabung. Saya juga bayar pajak tiap tahunnya. Masalah pajak dan tunjangan hari tua sudah diurus semuanya sama perusahaan,” kata Dewi.

Sementara Betanto Putranto (32) setiap bulan menerima gaji antara Rp 5 juta sampai Rp 5,7 juta, dari profesinya sebagai programmer perangkat lunak untuk analisa kelapa sawit. Sama dengan Dewi, Beta juga memiliki dua rekening bank, yakni di Bank Niaga, dan Bank Mandiri.

Pajak, di mata Beta, adalah kewajiban yang harus dibayarkan warga negara ke negara. Menurut Beta, munculnya wacana ini disebabkan adanya orang yang memiliki kewajiban pajak, namun menutup-tutupi.

“Kalau orang itu enggak ada sesuatu yang disembunyikan, kenapa harus takut. Alhamdulillah saya masih lurus-lurus aja dengan menuliskan gaji saya dengan benar. Bahkan kalau mau dibuka semua rekening saya sih saya oke-oke aja, toh pajak kan kewajiban saya terhadap pemerintah,” ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maha Devi (27), reporter olahraga di salah satu radio milik pemerintah juga belum mendengar persis wacana ini. Namun, ia tidak mempersoalkan jika informasi perbankan digunakan untuk kepentingan pajak.  Maha, memiliki dua rekening, yakni di Bank Mandiri, dan BNI Syariah. “Enggak masalah menurutku, siapa tahu bisa meningkatkan pajak,” ujarnya.

Meski keterbukaan informasi perbankan bisa mengoptimalisasikan penerimaan pajak, masyarakat juga perlu sosialisasi.

Ahmad Nur Huda (27), pegawai instansi pemerintah dengan gaji Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan mengatakan, transaksi yang ada di rekeningnya tidak melulu soal pembayaran gaji dari perusahaan.

“Menurutku, perlu ada sosialisasi dulu kira-kira apa aja yang akan dibuka. Kalau rekening yang merupakan gaji, oke-oke aja kena pajak, karena memang semestinya. Yang belum mengerti adalah, bagaimana nasib uang yang non gaji, apakah juga bakal kena pajak juga,” sebut Ahmad yang mengaku punya dua rekening yakni di Bank Mandiri dan Bank BRI itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Bakal Bawa Cucu Pertamina dan ASDP IPO di 2022

Erick Thohir Bakal Bawa Cucu Pertamina dan ASDP IPO di 2022

Whats New
Penggunaan Layanan Telemedicine Diprediksi Akan Terus Meningkat

Penggunaan Layanan Telemedicine Diprediksi Akan Terus Meningkat

Whats New
Sering Pakai Dompet Digital? Waspada Modus Penipuan Ini

Sering Pakai Dompet Digital? Waspada Modus Penipuan Ini

BrandzView
Strategi BEI Tingkatkan Investasi Hijau di Pasar Modal

Strategi BEI Tingkatkan Investasi Hijau di Pasar Modal

Whats New
Ditopang Pemulihan Ekonomi dan Likuiditas Melimpah, Kredit Perbankan 2022 Diproyeksi Tumbuh hingga 8 Persen

Ditopang Pemulihan Ekonomi dan Likuiditas Melimpah, Kredit Perbankan 2022 Diproyeksi Tumbuh hingga 8 Persen

Whats New
Pemerintah akan Menambah Masa Karantina WNI dan WNA dari Luar Negeri Jadi 10 Hari

Pemerintah akan Menambah Masa Karantina WNI dan WNA dari Luar Negeri Jadi 10 Hari

Whats New
Dirjen Pajak ke Jajarannya: Jangan Korupsi! Jabatan adalah Amanah

Dirjen Pajak ke Jajarannya: Jangan Korupsi! Jabatan adalah Amanah

Whats New
Mau Jadi Seller Tepercaya? Daftarkan Rekening UMKM ke Kemenkominfo

Mau Jadi Seller Tepercaya? Daftarkan Rekening UMKM ke Kemenkominfo

Whats New
Daftar Jalan Tol yang Terapkan Ganjil Genap saat Libur Natal dan Tahun Baru 2022

Daftar Jalan Tol yang Terapkan Ganjil Genap saat Libur Natal dan Tahun Baru 2022

Whats New
IHSG Sesi I Berhasil Bangkit, Asing Borong TLKM, PTBA, dan BBCA

IHSG Sesi I Berhasil Bangkit, Asing Borong TLKM, PTBA, dan BBCA

Whats New
Waspada, 3 Kejahatan Siber Ini Kerap Serang UMKM

Waspada, 3 Kejahatan Siber Ini Kerap Serang UMKM

Whats New
Antara Ahok, Erick Thohir, dan Arya Sinulingga soal Kontrak yang Bikin Rugi BUMN

Antara Ahok, Erick Thohir, dan Arya Sinulingga soal Kontrak yang Bikin Rugi BUMN

Whats New
Ketua KPK: Suap-menyuap dan Pemerasan Rentan Terjadi dengan Insan Perpajakan

Ketua KPK: Suap-menyuap dan Pemerasan Rentan Terjadi dengan Insan Perpajakan

Whats New
Daftar UMK Banten 2022: UMK Cilegon 2022 Ungguli Tangerang dan Tangsel

Daftar UMK Banten 2022: UMK Cilegon 2022 Ungguli Tangerang dan Tangsel

Whats New
Grab Bakal IPO di Bursa Nasdaq, Apa Itu?

Grab Bakal IPO di Bursa Nasdaq, Apa Itu?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.