Kompas.com - 25/03/2014, 09:30 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) didampingi Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer (kanan) menyambut kedatangan pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (2/1/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDIANABupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) didampingi Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer (kanan) menyambut kedatangan pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (2/1/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa maskapai penerbangan meminati rute penerbangan maskapai Merpati yang ditawarkan oleh Kementrian Perhubungan. Salah satu yang tertarik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Maskapai ini menyatakan siap mengisi rute Sorong-Timika yang sempat diterbangi Merpati .

“Satu yang lagi kita ekplorasi adalah Sorong-Timika, kebetulan rute-rute Merpati yang ditawarkan Kementrian Perhubungan kepada kita adalah rute-rute yang diterbangkan merpati dengan pesawat yang kecil-kecil,” ujar Erik Maijer, Direktur Sales dan Marketing Garuda Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, Senin malam (24/3/2014).

Erik menjelaskan, rute-rute yang ditawarkan Kemenhub ke Garuda merupakan rute-rute yang biasa diterbangi oleh pesawat kecil dengan kapasitas 18 penumpang. Sedangkan sampai saat ini Garuda belum memiliki pesawat kecil berkapasitas 18 penumpang seperti yang dimiliki Merpati.

Oleh karena itu Garuda hanya akan melihat daftar rute yang memungkinkan diterbangi pesawat yang dimiliki Garuda. “Kita tidak punya pesawat sekecil itu, pesawat kita yang paling kecil kapasitasnya 70 orang. Sebenarnya kalo lihat dari dari daftar yang memungkinkan hanya rute itu, rute Sorong-Timika, nah ini kita ngurusin izin karena belum ada izin juga dari bandara Timika,” katanya.

Penawaran rute yang merpati tersebut ditawarkan sejak satu bulan yang lalu melalui surat yang dikirimkan oleh Kemenhub ke Garuda Indonesia. “Kita langsung follow up. Sekarang sedang proses memperoleh semua perizinan yang dibutuhkan,” ujanya.

Sebelumnya, Kemenhub sudah menawarkan 19 rute yang tadinya diterbangi Merpati ke operator penerbangan lain. Keputusan itu menyusul dibekukannya air operator certificate (AOC) Merpati sementara waktu.

Tercatat sebanyak lima maskapai berminat menerbangi rute Merpati, mereka adalah Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Citilink, Kalstar dan Express. Di tengah lilitan utang sebesar Rp6,7 triliun, Merpati juga menghadapi tuntutan karyawan yang tidak mendapatkan gaji selama 3 bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan karena tidak menerima hak-hak normatif sejak November 2013, 50 pilot PT Merpati Nusantara Airline (MNA) hengkang dari maskapai yang melayani rute perintis tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.