Resmi Cerai, Rotschild dan Bakrie Saling Serang di Twitter

Kompas.com - 26/03/2014, 10:51 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Nathaniel Rothschild dan anggota keluarga Bakrie terlibat adu argumen di Twitter setelah mereka menyelesaikan kesepakatan sebesar 501 juta dollar AS terkait kerja sama dalam investasi batu bara.

Adu argumen itu terjadi antara Rothschild, yang merupakan penerus dinasti perbankan di Inggris, dan Aga Bakrie, salah satu putra Bakrie yang menjalankan bisnis keluarga.

Sebelumnya diumumkan bahwa Bakrie telah memutus hubungan dengan Asia Resource Minerals Plc (ARM) yang berpusat di London. Rothschild "berkicau" berterima kasih kepada Bakrie karena telah membeli kembali aset batu bara yang menurutnya "tidak berharga". Adapun Aga Bakrie meresponsnya dengan "Indonesia adalah pelabuhan investasi yang luar biasa".

Dalam tweet lainnya, mereka saling mengejek "bodoh".

Adu argumen di Twitter ini bukan yang pertama kali bagi kedua pihak. Bakrie sebelumnya pernah mendeskripsikan Rothschild sebagai sebuah "kekecewaan". Pada bulan Juli lalu, Rothschild mengatakan, perundingan dengan keluarga itu terkait Asia Resource Minerals sebagai "koreografi di antara keluarga" dan Direktur Samin Tan.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan pernyataan di situs resmi ARM, Selasa (25/3/2013), Nick von Schirnding, Chief Executive Officer ARM, menuturkan, dua transaksi yang merupakan bagian dari separation telah resmi efektif.

Dua transaksi itu adalah pertama, pembelian kembali (buyback) 29,2 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) oleh Grup Bakrie senilai 501 juta dollar AS dari ARM. Kedua, jual beli 23,8 persen saham ARM milik Grup Bakrie kepada unit usaha Samin Tan, Ravenwood Acquisition Company Limited (RACL).

Artinya, Samin Tan kini menjadi pemilik mayoritas ARM dengan kepemilikan 47,6 persen saham. Sebelum kehadiran RACL, Samin Tan telah lebih dulu menguasai 23,8 persen saham ARM melalui PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN).

"Saya dengan berbahagia mengumumkan bahwa kami telah berhasil menyelesaikan separation (transaction)," kata Nick.

Poin lain yang bakal menjadi perhatian manajemen ARM adalah menyelesaikan arbitrase atas mantan Presiden Direktur PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), Rosan Perkasa Roeslani. Kedua belah pihak terlibat perseteruan atas dana 173 juta dollar AS milik BRAU. ARM menilai Rosan telah menyelewengkan dana tersebut semasa memimpin perusahaan tambang itu dan sepantasnya mengembalikannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Bloomberg
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.