Kompas.com - 26/03/2014, 19:27 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mempercayakan Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memutuskan kegiatan sekuritisasi pada perbankan syariah.

Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto mengatakan, perseroan yang memberikan pinjaman pada enam bank syariah tersebut untuk mengajukan standardisasi aqad musyarakah mutanaqishah.

"Saat ini baru Bank Muamalat yang bisa melakukan sekuritisasi dengan SMF," kata Raharjo, di Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Ia menjelaskan, maksud dari standardisasi tersebut agar perbankan syariah lain bisa melakukan sekuritisasi, sama halnya Bank Muamalat.

Sebagai informasi, aqad musyarakah mutanaqishah (diminishing partnership) merupakan bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk kepemilikan suatu barang atau aset. Kerjasama tersebut akan mengurangi hak satu pihak, dan menambah hak pihak lainnya.

Adapun perpindahan kepemilikan dilakukan melalui mekanisme pembayaran atas hak kepemilikan yang lain. "Saya mengharapkan akan ada tambahan satu institusi, yang jelas volumenya akan meningkat," harap Raharjo.

Saat ini SMF juga memberikan pinjaman kepada 6 bank syariah. Dari Rp 2,507 triliun penyaluran pinjaman sepanjang tahun 2013, 37,5 persen diantaranya kepada keenam bank syariah tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.