Jasa Marga: Hanya 30 Persen Tol Pantura yang di Atas Laut

Kompas.com - 05/04/2014, 11:42 WIB
Foto udara proyek pembangunan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Bali di atas laut dangkal, Jumat (10/5/2013). Proyek Jalan tol sepanjang 12 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 2,48 triliun tersebut guna mendukung penyelenggaran Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang akan digelar di Nusa Dua, Oktober 2013. KOMPAS/PRIYOMBODOFoto udara proyek pembangunan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Bali di atas laut dangkal, Jumat (10/5/2013). Proyek Jalan tol sepanjang 12 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 2,48 triliun tersebut guna mendukung penyelenggaran Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang akan digelar di Nusa Dua, Oktober 2013.
EditorErlangga Djumena


SEMARANG, KOMPAS.com -
PT Jasa Marga Tbk telah merampungkan konsep pembangunan jalan tol di atas laut di jalur Pantai Utara (Pantura). Namun rupanya, tidak seluruh tol tersebut akan dibangun di atas permukaan laut, melainkan lebih banyak di darat.

Direktur Utama Jasa Marga, Adhityawarman, menuturkan, komposisi antara darat dan laut akan lebih mayoritas di darat. Dimana komposisinya pembangunan jalan tol di laut hanya sekitar 30 persen, sedangkan sisanya di darat.

"Yang di darat ada juga di pesisir dan pantai, jadi tidak menghilangkan sawah," ujarnya di Semarang, Jumat (4/4/2014).

Pembangunan di pesisir dan pantai untuk menghindari penggusuran lahan produktif.

Adhityawarman mengaku bahwa studi kelaikan jalan tol atas laut Pantura saat ini memang belum selesai. Namun animasi proyek pembangunan tersebut sudah dilaporkan ke Menteri BUMN.

Targetnya, hasil akhir studi dilengkapi dengan analisis dampak lingkungan baru akan selesai akhir April. Setelah itu, proposal akan diserahkan ke Menteri Pekerjaan Umum untuk disetujui menjadi jalan tol nasional.

Menurut  Adhityawarman, desain final akan dikerjakan jika sudah ada ROW plan dan penerbitan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP).

Rencananya ruas Semarang - Surabaya berjarak sekitar 100 km dari tol yang ada di darat. Sehingga tidak akan bersaing dengan tol yang ada saat ini. Sedangkan ruas Cirebon - Semarang meskipun terlalu dekat dengan jalan tol yang ada saat ini, tapi pembangun akan tetap dilakukan. (Risky Widia Puspitasari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.