Kompas.com - 08/04/2014, 20:36 WIB
Ilustrasi batu bara KOMPAS/ADI SUCIPTOIlustrasi batu bara
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BUMI) kembali menemukan level terendahnya. Hingga penutupan perdagangan hari ini Selasa (8/4/2014), saham BUMI anjlok 4,2 persen ke Rp 251 per saham.

Sebenarnya, ada beberapa hal yang seharusnya menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham BUMI. Mulai dari soal selesainya perseteruan antara BUMI dengan Rothschild hingga lampu hijau pemegang saham atas rencana pengurangan utang senilai 2 miliar dollar AS tahun ini.

"Tapi, sentimen itu butuh waktu karena ini semua baru ketuk palu, belum ada pelaksanaannya secara nyata," tandas Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri kepada KONTAN, (8/4/2014).

Memang, soal pelunasan utang BUMI baru memperoleh persetujuan pemegang saham belum lama ini. Lampu hijau tersebut pun baru menyala setelah BUMI beberapa kali gagal menggelar RUPS. Rencana pembayaran utang ini juga belum bisa dipastikan apakah akan menyehatkan keuangan perusahaan atau justru memberatkan kinerja BUMI di masa mendatang.

Belum lagi, predikat yang telah melekat selama ini akibat semua persoalan yang dialami oleh BUMI. "Aset perusahaan ini bagus, bagus banget malah, tapi sayang GCG -nya aneh-aneh," tambah Kiswoyo.

Bukan hanya saham BUMI yang mengalami penurunan hingga sore tadi. Saham-saham Grup Bakrie yang lain seperti saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) juga anjlok 3,44 persen ke level Rp 309 per saham.

Menyoal saham VIVA, Kiswoyo menilai ada keterkaitan pergerakan saham ini dengan IPO anak usahanya, yakni PT Intermedia Capital. Pelaku pasar sudah paham jika sebenarnya aset yang dimiliki oleh pemilik stasiun ini kurang baik, sehingga hal ini menjadi sentimen negatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Daripada nanti enggak ada yang menyerap saham perdana sehingga semakin menambah sentimen, jadi lebih baik jual sekarang, sehingga hari ini kesannya menjadi panic selling. Kebetulan, enggak ada bandar yang mau mengerem penurunan saham ini," tutur Kiswoyo.

Tambahan saja, beberapa saham Grup Bakrie lain yang mengalami penurunan adalah, saham ENRG yang turun 1,01 persen ke level Rp 98 per saham dan saham BORN turun 6,5 persen ke level Rp 115 per saham.

Logis saja jika tren penurunan ini juga ada kaitannya dengan penyelenggaraan pemilu legislatif besok. "Pasar pesimistis Ical bakal terpilih," pungkas Kiswoyo. (Dityasa H Forddanta)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Kontan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.